MATATELINGA, Medan: Petani dan pertaniannya yang selama ini dianggap sebagai salah satu urat nadi perekonomian, menurut Anggota DPRD Sumut Layari Sinukaban, Senin (28/1/2019) petani dengan usaha taninya tidak lagi hanya urat nadi tapi sudah jadi jantung kehidupan bagi masyarakat, masalahnya selama ini adalah yang berkaitan dengan keberhasilan pertaniannya. Ada 3 hal yang menjadi permasalahan penting bagi petani dalam keberhasilan pertaniannya, kata Layari. Pertama adalah masalah produksi dan kualitas hasil usaha taninya. Masalah produksi adalah yang berkaitan dengan bibit, pemupukan, dan pemeliharaan (perawatan). Kedua, masalah pengolahan hasil produksi dan ketiga adalah masalah pemasaran."Untuk masalah pengolahan, petani dituntut untuk mengolah hasil pertanian dengan baik sesuai dengan selera pasar," papar Layari. Selera pasar jangan hanya untuk pasar tradisional seperti yang terjadi selama ini. Dimana, hasil usaha petani dibawa ke pasar lokal. Yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana caranya agar Dinas Pertanian Kabupaten membimbing petani dan menuntun mereka agar bisa langsung menembus pasar yang ada di Medan. "Hal ini dilakukan untuk memotong mata rantai pengumpul atau tengkulak yang datang langsung ke kebun petani atau ke pasar tradisional yang ada di Desa atau Kecamatan. Pendampingan dan tuntunan dari dinas terkait sangat dibutuhkan agar petani sendiri yang mendapatkan keuntungan langsung, apalagi kalau petani bisa langsung menembus pasar di Medan, " tandas Layari Sinukaban dari Fraksi Demokrat.
Dalam hal meningkatkan hasil produksi, lanjut Layari petani juga perlu mendapat perhatian dan dukungan bagaimana mendapatkan bibit yang baik, pupuk yang bagus dan penanganan hasil usaha tani dengan cara yang benar. Tidak hanya masalah bibit dan penanganan hasil produksi, tambah Layari petani juga perlu pendampingan dari dinas terkait dalam memperoleh tambahan modal usaha. Petani juga perlu diedukasi bagaimana menyiasati kondisi iklim dan cuaca yang terkadang tidak menentu.
"Dalam kondisi seperti ini, petani harus bisa menyiasati curah hujan yang tinggi dan musim panas atau kemarau berkepanjangan. Saat musim hujan petani menyiasati dengan mulsa atau rumah kaca, saat musim kering petani bisa membuat mesin pompa atau alat penyiram tanaman agar tidak kekeringan," tandasnya