MATATELINGA, Medan: Seratusan massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara berunjuk rasa di depan Kantor Gubsu Jalan Diponegoro, Kota Medan, Rabu (6/2/2019). Dalam aksinya massa menyatakan mendukung Prabowo karena dinilai berpihak pada buruh.Koordinator Aksi Tony Rickson Silalahi mengungkapkan, Presiden Joko Widodo dalam kepemimpinannya, dianggap tidak berpihak pada buruh. Terbukti pada kebijakan PP Nomor 78 dan sistem kerja kontrak (Outsourcing) yang hingga kini masih berlaku. "Kami meminta sediakan pekerja layak. Tolak upah murah. Antisipasi revolusi 4.0. kita juga menuntut, berhentikan pekerja unskill dari Tiongkok. Turunkan, harga barang," ungkapnya. Massa menilai, Jokowi telah melakukan kebohongan terhadap buruh. Saat kampanye Pilpres yang lalu, Jokowi menjanjikan pekerjaan layak dan upah layak. Namun hingga sekarang itu sama sekalai tidak terealisasi. Lebih jauh lagi, buruh juga menyoal Jaminan Sosial Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Program pemerintah yang harusnya menjadi hak masyarakat malah semakin kisruh. Kini rakyat dipaksa membayar. "Akibat dana yang defisit, karena minimnya anggaran yang disediakan pemerintah, BPJS hanya menjadi asuransi seperti swasta," ujarnya. Lantas buruh menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Capres Nomor 02. Alasan mereka, karena Prabowo uang berani menandatangani kontrak politik. "Kami buruh membuat kontrak politik, dengan Capres 02 Prabowo Subianto.(Dia) bersedia menandatangani kontrak politik Sepultura. Yang salah satu diantaranya adalah mencabut sistem kerja upah murah. Dan menghapus sistem kerja kontrak," ujarnya. Massa menganggap, Prabowo adalah Capres yang pro terhadap nasib buruh di Indonesia. (mtc/fae)