MATATELINGA, Medan: Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Deliserdang Ir. Edison Sianturi mengaku sangat mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, yang dalam waktu singkat berhasil menangkap para pelaku pengeroyokan terhadap anggota IPK yang mengakibatkan tewas."Kita berharap Polrestabes beserta jajarannya bisa mengungkap motif yang melatar belakangi kejadian ini sehingga jelas hasilnya untuk tidak menjadi fitnah kemana-mana, apalagi dengan adanya stetmen -stamen yang dikeluarkan oleh oknum-oknum yang menyatakan bahwa itu adalah yang dilakukan oleh ormas PP kita benar-benar kita sangkal,"sebutnya pada wartawan Kamis (7/2/2019)."Kita berharap pihak kepolisian bekerja sebagaimana mestinya, sehingga bisa disampaikan kepada masyarakat apa sebenarnya yang terjadi,"imbuh Edison.Selain itu, Edison juga meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk mengungkap adanya tindakan anarkis yang dilakukan oleh OKP di kawasan Percut Sei Tuan."Disana ada oknum OKP yang melakukan pengrusakan terhadap plang-palng PP membuat bom melotop di kantor-kantor PP dan kita minta ini harus diusut tuntas oleh kepolisian,"harapnya."Jadi, tindakan tidak terpuji ini untuk tidak menjadi kebiasaan dan kita minta penegakan hukum untuk menindak dan menangkap siapa pelakunya. Apalagi seperti yang kemarin sampai merangsek kepada perumahan. Inikan sudah membuat keresahan kepada masyarakat, sebutnya.Sebut Edison lagi, seharusnya selaku OKP mereka juga bertanggung jawab untuk menjaga kondusifitas dan keamanan bukan melakukan tindakan anarkisme. "Kita sesalkan terjadi di Cemara Asri hasil Informasi dari masyarakat bahwa banyak personel kepolisian yang berada di sana tetapi tidak melakukan pencegahan sehingga terjadi pengrusakan kantor Security. Karena informasi nya personel kepolisian yang berada dilokasi, harus bisa mencegah terhadap OKP yang sangat berutal dan itu cukup untuk danjangan terkesan ini ada proses pembiaran", sebutnya.Tambah Edison, kepada para kader PP juga telah diinstruksikan melalui grup whatsapp untuk menahan diri dan tidak melakukan pembalasan. "Karena kita telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,"tutupnya. (mtc/amr)