MATATELINGA, Sei Rampah : Untuk pertama kalinya, Pemkab Serdangbedagai menggelar kegiatan Festival Seni Qasidah (FSQ) dipisah dengan pelaksanaan MTQ. Pelaksanaan FSQ ke XVI tahun 2019 ini dipusatkan di Lapangan Bola Kaki Desa Paya Mabar Kecamatan Tebing Tinggi.Dalam Festival Seni Qasidah (FSQ) XVI terdapatb 10 cabang yang diperlombakan yakni, cabang vokalis anak-anak putra diikuti 13 orang, cabang vokalis anak-anak putri diikuti 13 orang, cabang vokalis remaja putra 13 orang, cabang vokalis remaja putri 13 orang.Kemudian cabang vokalis dewasa putra 13 orang, cabang vokalis dewasa putri 13 orang. Cabang Qasidah klasik remaja putra 8 kelompok, cabang Qasidah klasik remaja putri 10 kelompok, cabang Qasidah klasik dewasa putra 3 kelompok dan cabang Qasidah klasik dewasa putri 6 kelompok.Dalam kata sambutannya, Ketua Panitia Sekdakab Sergai Drs. H. Hadi Winarno, MM yang dibacakan Aisten Ekbangsos Ir. H.Kaharuddin menyampaikan kegiatan ini bertujuan sebagai sarana pembinaan kesenian dan kebudayaan bernuansa Islami serta sebagai media penyebarluasan dakwah Islam guna meningkatkan keimanan kepada Allah SWT."Kegiatan ini mengambil Tema " Melalui FSQ XVI tingkat Kabupaten Sergai Tahun 2019 kita lestarikan Seni dan Khasanah Budaya Islam dalam membangun generasi yang Unggul dan Bermartabat". Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 s/d 15 Februari 2019 bertempat di lapangan bola kali Desa Paya Mabar Kecamatan Tebing Tinggi,"sebutnya saat pembukaan kegiatan tersebut pada Selasa (12/2/2019).Sementara Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan penyelenggaraan FSQ XVI Kabupaten Sergai Tahun 2019 yang diselenggarakan pada tanggal 12 hingga 15 Februari 2019 ini merupakan moment yang pertama kali pelaksanaan seremoninya terpisah dari MTQ. Hal ini dimaksudkan agar kemeriahannya dapat lebih dirasakan diseluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Sergai. Dengan penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat yang unggul, inovatif dan berkelanjutan."Qasidah memang tidak sepopuler Band maupun Keyboard yang selalu hadir ditengah-tengah keramaian. Oleh karenanya tugas generasi muda diharapkan mampu memilih dan memilahnya serta mengembangkan seni qasidah agar lebih berharga dan bergengsi sekaligus sebagai wadah pembinaan," ucapnya.Seni qasidah diharapkan dapat membentengi diri dari pengaruh budaya terutama yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. Apalagi akhir-akhir ini sudah sampai pada tahap mencemaskan. Budaya luar sudah lebih didominasi oleh kalangan generasi muda melalui teknologi informasi yang tidak cerdas dalam menyikapinya dan berakibat fatalPenyelenggaraan FSQ XVI Kabupaten Sergai ini juga dimaksudkan dapat melahirkan peserta yang berprestasi serta mencari bibit-bibit pemain qasidah berkualitas yang nantinya akan menjadi duta Kabupaten Sergai pada kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional."FSQ ini bukanlah tujuan akhir, namun yang lebih penting lagi adalah sebagaimana seni qasidah dapat berkembang luas di tengah-tengah masyarakat Sergai. Tidak hanya dikalangan orang-orang tua tetapi juga generasi muda,"tutur Soekirman dihadapan para peserta dan hadirin. (mtc/qoqo)