Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Luhut : Lahan Toba Pulp Lestari akan Dikurangi

Luhut : Lahan Toba Pulp Lestari akan Dikurangi

- Selasa, 19 Februari 2019 11:56 WIB
mtc/ist
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberi kuliah umum di hadapan ribuan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (18/2).
MATATELINGA, Medan: Menteri Koordinator Maritim, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pemerintah berencana mengurangi luas lahan perusahaan yang mengantongi izin Hak Pengusahaan Hutan atau HPH di kawasan Danau Toba. Luhut menyebutkan salah satu perusahaan yang menjadi sasaran adalah PT Toba Pulp Lestari.

Pernyataan itu disampaikan Luhut merespon seorang pengusaha yang menyoal sulitnya mendapatkan perizinan HPH saat menjadi pembicara alam acara dialog bertema Ekonomi Sekarang dan yang akan Datang yang digelar Forum Pengusaha Sumut, di Medan, Senin (18/2). 

Selain menyoal sulitnya mendapatkan HPH, pengusaha yang menyebut namanya  Yusuf Abdul Gani, ini juga memerotes banyaknya perusahaan perkebunan di Langkat yang telah mengalihfungsikan hutan menjadi lahan sawit.

Namun, alih-alih mengakomodir persoalan yang disampaikan Yusuf, Luhut malah mengkritisi aktivitas alihfungsi hutan.

"Tulis surat ke Pokja 4, nanti kita akan lihat. Saya soal HPH ini agak alergi sekarang. Nebang-nebang pohon sudah cukuplah itu, kita sudah moratorium pemotongan hutan. Kita tidak mau lagi ada pembukaan lahan kelapa sawit karena tidak bagus," paparnya.

Dia menegaskan, Presiden Joko Widodo selama pemerintahannya sudah menyetop aktivitas penebangan atau alihfungsi hutan. Masalah ini pun dia lebarkan kepada pelestarian air Danau Toba dan kawasan hutan di sekitarnya.

Dia melebarkan persoalan ini untuk sekaligus merespon pernyataan dua peserta forum yang menagih kebijakan tegas pemerintah terkait dengan limbah Danau Toba dan pelestarian hutan di kawasan danau tersebut.

Dia katakan, pemerintah tengah mendorong pembuatan keramba yang menggunakan teknologi sehingga tidak menimbulkan limbah di Danau Toba. Menurutnya, limbah Danau Toba sudah dua setengah kali lipat dari daya tampung sehingga sekarang airnya sudah tidak bagus.

"Kami sangat peduli, tetapi tidak mudah begitu saja karena mereka (perusahaan) mendapat izin. Ini juga perlu kita verifikasi lagi karena ujung-ujungnya nanti ke pengadilan," katanya.

Kemenko Maritim mengatakan ini merupakan masalah bersama dan Presiden Jokowi sendiri  sudah memerintahkan untuk membangun Danau Toba menjadi tujuan wisata turis sekelas Bali.

"Sehingga kita akan mengurangi secara bertahap HPH yang dimiliki perusahaan, seperti Toba Pulp," tegas Luhut.(mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Jaga Kamtibmas Lewat Patroli Presisi di PT TPL Aek Nauli

Berita Sumut

Misi Kemanusiaan,Pemkab Bersama Forkofinda Kunjungi Warga Sihaporas

Berita Sumut

Keberadaan AMAN dan KSPPM di Simare Ditolak?

Berita Sumut

Bentrok Warga Vs PT Toba Pulp Lestari, Satpam Dibacok

Berita Sumut

TPL Berikan Semen Bantu Pembangunan Gereja

Berita Sumut

Jokowi Resmikan TOL Binjai-Stabat Sepanjang 11.8 Kilometer