Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Tiga Pelajar SMK Sisihkan 423 Peserta di Kompetisi Metrologi 2019

Tiga Pelajar SMK Sisihkan 423 Peserta di Kompetisi Metrologi 2019

- Jumat, 22 Februari 2019 18:48 WIB
mtc/ist
Setelah melakukan babak penyisihan Kompetisi Metrologi Kawan Lama, Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tingkat Nasional 2019 pada tanggal 12 Februari lalu, dari 425 peserta kompetisi, sebanyak 15 finalis berangkat ke Jakarta untuk mengikuti babak fina
MATATELINGA, Jakarta: Setelah melakukan babak penyisihan Kompetisi Metrologi Kawan Lama, Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tingkat Nasional 2019 pada tanggal 12 Februari lalu, dari 425 peserta kompetisi, sebanyak 15 finalis berangkat ke Jakarta untuk mengikuti babak final yang digelar 21 Februari 2019  di Kawan Lama Head Office, Jakarta.

Kompetisi yang merupakan kerja sama Kawan Lama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini merupakan salah satu bentuk dukungan dalam pengembangan kompetensi para siswa di bidang metrologi atau pengukuran. Acara ini didukung oleh brand alat ukur ternama asal Jepang, Mitutoyo. Kawan Lama sebagai distributor peralatan teknik, seperti alat ukur dan mesin-mesin kebutuhan industri dan komersial terdepan di Indonesia dengan pengalaman 64 tahun, ingin berpartisipasi aktif untuk mendukung pelajar yang menimba ilmu pada program keahlian Teknik Mesin dan Otomotif.

Kompetisi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia, khususnya dalam menciptakan para penerus bangsa yang cakap dan berkeahlian tinggi di bidang metrologi atau pengukuran.

"Dengan Kompetisi Metrologi ini, kami membantu Kemendikbud dalam mengembangkan dan mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia. Apalagi dengan perubahan yang cepat, mengharuskan adanya peningkatan kompetensi dari sumber daya manusia dalam ilmu metrologi, terutama mereka yang mengambil jurusan Teknik Mesin dan Otomotif. Apabila tidak menguasai ilmu tersebut, maka saat nanti masuk dunia kerja, mereka tidak bisa mengukur dengan presisi suatu benda," ujar Henry Louis Budisusetija, Business Solution Director PT Kawan Lama Sejahtera.

Hal senada juga diungkapkan oleh Saryadi Guyatno, S.T., M.B.A. selaku Kepala Subdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 Menurut Saryadi, di dalam struktur kurikulum Kemendikbud, metrologi merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa SMK ketika mereka lulus nanti, terutama untuk jurusan Teknik Mesin dan Otomotif.

Untuk itulah, kompetensi para siswa SMK di bidang metrologi pun diuji di babak final ini. Hasilnya, keluar tiga nama pemenang yang memperoleh jumlah nilai tertinggi dari total skor tes teori dan praktik, berdasarkan penilaian juri dari kalangan praktisi metrologi, Kawan Lama, dan Mitutoyo. 

Berikut adalah nama-nama pemenangnya:

Juara 1: Mahameru Adjie Firdani (SMK St. Mikael Surakarta)

Juara 2: Hidayatul Faizin (SMKN 1 Magelang)

Juara 3: Feri Wahyuono (SMK PGRI 1 Wlingi)

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, Ph.D. yang hadir dalam acara babak final pun menyaksikan antusiasme siswa SMK dalam mengikuti kegiatan ini.

"Saya melihat para siswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengikuti kompetisi ini. Harapannya, kompetisi bidang metrologi ini juga menjadi salah satu bidang yang bisa diikuti siswa dalam kompetisi di tingkat internasional. Semoga Kompetisi Metrologi ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk bisa mengikuti pada kesempatan berikutnya," harapnya.

Mengacu pada tujuan penyelenggaraan Kompetisi Metrologi, yakni untuk meningkatkan kesadaran pentingnya bidang ilmu metrologi serta membuka lebih luas cakrawala para pelajar tentang arti dan guna metrologi dalam aktivitas mereka pada dunia kerja di masa mendatang, maka Kawan Lama juga memberikan 1 (satu) set alat ukur serta menyelenggarakan workshop tentang metrologi di 15 sekolah yang terpilih sebagai finalis, yakni:

Zona I (Medan) ; SMK Negeri 6 Batam, SMK Swasta Tunas Pelita Binjai, SMKN 3 Mandau. Zona II (Jakarta); SMKN 8 Kab. Tangerang, SMKN 2 Kab. Tangerang, SMKN 1 Cinangka.  Zona III (Cikarang); SMKN2 Bandung, SMK Negeri 2 Cimahi, SMK Negeri 6 Bandung.

Zona IV (Surakarta); SMKN 1 Magelang, SMK St. Mikael Surakarta, SMKN 1 Adiwerna Tegal dan Zona V (Surabaya): SMK PGRI 1 Wlingi, SMK Negeri 1 Blitar,  SMK Negeri 1 Udanawu.

Dengan adanya kompetisi dan workshop ini, harapan ke depannya dapat menciptakan link and match dunia usaha dan industri dengan pendidikan serta memfasilitasi pihak-pihak terkait institusi pendidikan, baik siswa dan juga guru untuk saling mengembangkan dan membagikan ilmu, khususnya metrologi yang bermanfaat untuk bangsa. Guru merupakan aktor utama dalam upaya meningkatkan kualitas siswa SMK terutama dalam hal merespon perubahan teknologi ataupun tuntutan kompetensi terbaru. Hal ini merupakan keniscayaan yang harus didukung semua pihak agar nantinya penguasaan kompetensi oleh siswa lebih dapat menopang kebekerjaan mereka ke depannya.

"SMK merupakan salah satu penyedia sumber daya manusia terampil di jenjang pendidikan menengah. Maka, dengan hadirnya industri seperti Kawan Lama tentunya akan menjadi nilai tambah bagi SMK untuk menyiapkan generasi muda yang terampil, sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri," tegas Saryadi.

Dukungan PT Kawan Lama Sejahtera terhadap dunia pendidikan, tak berhenti sampai di sini. Selanjutnya, Kawan Lama akan menggelar Kompetisi Metrologi Kawan Lama Tingkat Politeknik 2019 yang akan berlangsung pada bulan April di kota Bandung dan berperan aktif dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di bulan Juli mendatang. (mtc/rel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Uji Kemampuan Pelajar SMK di Indonesia, Kawan Lama Gelar Kompetisi Metrologi