MATATELINGA, Medan: Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, sejak Jumat (22/2) malam kemarin berkunjung ke Sumatera Utara. Mengawali kunjungannya di Medan, Prabowo bertemu warga Tionghoa di Gedung Selecta, Jalan Listrik, Medan. Di hadapan sekitar 1.500 undangan, mantan Pangkostrad itu menyampaikan sejumlah pandangan politiknya.Di antara materi yang disampaikannya, Prabowo mengingatkan sejumlah tantangan bangsa ke depan, seperti perubahan iklim. "Selanjutnya tantangan kita adalah perubahan iklim. Perubahan iklim yang akan mengakibatkan permukaan air laut naik," kata Prabowo.Perubahan iklim itu diperkirakan memicu permukaan air laut naik hingga 5 meter di nusantara. "Jadi bisa dibayangkan kita yang hidup di pantai-pantai. Kalau memang benar 5 meter naik, saya kira repot. Jangan-jangan Istana Merdeka nanti bisa banjir. Mungkin harus berpikir memindahkan ibu kota. Mungkin," ucap Prabowo.Dia melanjutkan, pernyataanya itu bisa jadi bahan berita wartawan. "Wartawan langsung dapat satu, besok HL, Prabowo ingin memindahkan ibu kota. Benar kan? Ini sudah senyum-senyum wartawan, dapat berita. Tapi itu nggak apa-apa, karena itu tugasmu. Kalau kau pulang malam ini tak dapat berita pasti kau dimarah-marahi pemimpin redaksi. Saya bantu Anda," ucapnya disambut tawa hadirin."Ibu kota mungkin banjir, Istana Merdeka kebanjiran, bukan Prabowo, yang bicara PBBIni sangat-sangat serius saudara-saudara. Saya bisa kasih peta yang beredar di dunia sekarang, daerah-daerah mana yang terkena," sambung Prabowo. Dia mengatakan, saat ini bangsa Indonesia sedang mengejar waktu, tidak bisa berleha-leha. Semua elemen harus bersatu dan bekerja keras menghadapi tantangan itu.Selain bertemu warga Tionghoa, dia juga dijadwalkan bertemu sejumlah elemen masyarakat di Balai Pertemuan Regale, Jalan H Adam Malik, Medan, Sabtu (23/2). (mtc/fae)