MATATELINGA, Medan: Seorang pembantu rumah tangga (PRT) ditemukan meninggal dunia bersama bayi yang ada di dalam dikandungannya di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (9/3). Diduga korban tewas karena berusaha menggugurkan kandungannya.Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kasus ini bermula saat Silvia yang merupakan majikan korban pada Sabtu (9/3) pukul 06.00 WIB memanggil korban ke kamarnya. Namun korban tidak kunjung ke luar dari kamarnya sehingga majikannya berupaya membangunkan asistennya itu.Saat berada di kamar korban, Silvia terkejut ketika melihat ada darah keluar dari celah pintu kamarnya. Silvia pun sempat bertanya mengapa ada darah. Korban menjawab itu adalah darah menstruasi. Tapi korban malah tak membuka pintu kamarnya.Tidak lama setelah Silvia bertanya kepada korban, lalu suami Silvia, Yopi menghampiri kamar korban untuk mendobrak pintu kamar Yariba. Saat hendak di dobrak, korban menjawab bahwa dirinya sedang tidak memakai pakaian. Akhirnya Yopi mengurungkan niatnya mendobrak pintu kamar tersebut.Tak lama kemudian, korban membuka pintu kamar. Saat itu kondisi korban sangat lemas. Melihat korban lemas, Silvia memberikan susu. Setelah Yariba diberikan susu oleh majikannya, dirinya mengaku kondisi badannya sudah mulai agak membaik. Lantas, korban pun meminta izin kepada majikannya untuk istirahat sejenak. Beberapa jam kemudian, korban keluar kamar dan majikannya tersebut melihat Yariba hanya mengenakan handuk sebagai penutup tubuh. Karena melihat kondisinya yang lemah, Silvia kemudian mengantarkan telur setengah masak kepada korban. Saat hendak masuk ke dalam kamar, Silvia melihat Yariba sudah tergeletak di dalam kamar dengan darah yang berceceran.Sementara itu, Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dimana, majikan korban saat peristiwa tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian. "Jadi, saat itu korban diketahui sedang hamil tujuh bulan," katanya, Minggu (10/3).Martuasah menjelaskan bahwa saat ditemukan majikannya, korban sudah yang berada di dalam kamar sudah berlumuran darah. "Melihat korban sudah lemas karena banyak mengeluarkan darah, majikannya langsung membawa korban ke rumah sakit. Namun, saat sampai di rumah sakit, korban dan kandungan yang ada di dalamnya sudah meninggal dunia," jelasnya. Martuasah menambahkan bahwa dalam peristiwa tersebut petugas yang berhasil mengamankan obat yang diduga dikonsumi korban untuk menggugurkan kandungnya dan beberapa barang bukti lainnya. "Barang bukti kita temukan di kamar korban tiga papan obat merek S yang diduga untuk mengugurkan bayinya dan satu buah handphone milik korban,"pungkasnya. (mtc)