MATATELINGA, Medan: Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyebutkan PSI ditakdirkan untuk menganggu kenyaman partai -partai lama. Dia menegaskan PSI tidak akan memakai gaya dari partai lama.Pernyataan ini merupakan bagian dari orasi Grace Natalie dihadapan ribuan Kader PSI di Medan Internasional Conventiont Centre (MICC) Jalan Ringroad, Medan, Senin (11/3). Grace didampingi oleh Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni dan sejumlah pengurus lainnya hadir di Medan dalam rangka #Festival11 ."Sejarah telah menuliskan takdir PSI akan menjadi pengganggu kenyamanan partai-partai lama. Kita akan mengganggu tidur siang panjang para politisi yang hanya bekerja lima tahun sekali," ujar Grace dengan jaket merah dengan padanan ulos dari atas panggung. Orasi yang disampaikan Grace dengan berapi-api itu memantik yel-yel semangat para kader PSI yang memenuhi gedung MICC. Masih dalam orasi politiknya, mantan jurnalis itu menyebutkan Parpol lama lebih banyak mengumbar janji. Pekerjaan rumah untuk membangun negeri sering diabaikan. "PSI sebetulnya tidak perlu berdiri jika Partai Nasionalis mengerjakan pekerjaan rumahnya," tukasnya. Dia juga kembali menyinggung partai pendukung terbitnya peraturan yang mengekang kebebasan. Bahkan terkesan diskriminatif."Kepada partai lain, baik di BPN termasuk juga yang ada dalam koalisi TKN, kami mohon maaf. Meskipun kita berada dalam perahu yang sama yang akan membawa Pak Jokowi kembali menang, tapi bukan berarti kita tidak memiliki perbedaan. PSI adalah sebuah gagasan baru dalam politik Indonesia, yang mendasarkan diri pada semangat membangun politik yang bersih, politik yang bekerja melayani rakyat, politik yang terbuka. PSI adalah antitesa praktek politik lama," pungkasnya. Tidak hanya mengajak kader memenangkan PSI, Grace yang tampil mengenakan ulos berwarna merah ini juga mengajak kader untuk memenangkan Paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf. Bahkan, dia menarget menang tebal di Sumut. "Kita masih punya cukup waktu mengetuk pintu rumah dan pintu hati rakyat agar pada tanggal 17 April rakyat memenangkan Jokowi dan memilih PSI. Survei-survei dari lembaga kredibel menunjukan elektabiltas PSI membaik," tandasnya. (mtc/fae)