MATATELINGA, Medan: Sebanyak 300 orang lebih pedagang pakaian dan kain yang menempati Pasar Inpres di Jalan Pasar dan Bunga Kelurahan Belawan ll Kecamatan Medan Belawan resah. Pasalnya mereka akan dipindahkan ketempat penampungan di Jalan Sumatera yang mereka nilai tidak layak ditempati.Selain karena kiosnya hanya berukuran dua satu setengah meter, para pedagang juga menyebutkan tidak ada pintu, tidak ada kamar mandi dan atapnya tidak memakai talang bila hujan dagangan mereka akan basah selain itu lantainya terbuat dari pasir dan selalu banjir.Ratusan pedagang tersebut minta kepada PD Pasar Medan untuk segera memperbaiki bangunan pasar sementara tersebut. Selain keluhan diatas tersebut,mereka juga mengeluhkan tempat penyimpanan barang barang mereka.Jika di pasar inpres Belawan, barang barang mereka bisa disimpan dikios kios mereka tapi bila mereka dipindahkan di tempat penampungan barang barang mereka harus dibawa pulang dan menambah biaya."Biaya yang harus dikeluarkan setiap harinya sekitar Rp 20 ribu rupiah untuk ongkos pengangkutannya,sementara itu banyak juga para pedagang yang rumah tidak di Belawan dimana mereka harus menyimpan barang dagangannya," kata ibu Nurainum yang rumahnya di Simpang Kantor Medan Labuhan.Sementara itu H Suep mengaku pembangunan pasar yang diperuntukkan tersebut tidak layak pakai."masak PD Pasar Medan menyuruh kami agar dinding,pintu dan talang air hujan mesti kami yang harus membuatnya.Saya menduga pembangunan pasar pakaian tersebut sarat korupsi.Diminta aparat terkait untuk memeriksa pemborongnya,"tukasnya. (mtc/rompas)