Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pascateror Bom Sibolga, Warga Masak dan Tidur Di Pinggir Jalan

Pascateror Bom Sibolga, Warga Masak dan Tidur Di Pinggir Jalan

- Jumat, 15 Maret 2019 11:14 WIB
mtc/ist
Sejak hari pertama ledakan, warga tidak bisa kembali ke rumah. Bahkan untuk ganti baju juga tak bisa. Banyak warga juga yang harus tidur di teras-teras tetangga yang yang tak terdampak. Hanya beralaskan tikar karena tenda-tenda pengungsian belum dibangun
MATATELINGA, Sibolga: Ledakan 'Bom Lontong' di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga masih meninggalkan dampak. Hingga kemarin sore, ratusan warga sekitar lokasi masih mengungsi. 

Sebelumnya memang, polisi melakukan sterilisasi Wilayah itu karena dikhawatirkan masih ada sisa bahan peledak yang belum diamankan.  Pemukiman disterilkan dalam radius 100 meter dari kediaman salah seorang terduga teroris yang diamankan AH alias Uppang. Karena bom meledak paling dahsyat di sana. Apalagi pasca sang istri, meledakkan diri.  Rumah warga porak poranda. Kerusakannya bertingkat mulai dari ringan hingga berat. 

Sejak hari pertama ledakan, warga tidak bisa kembali ke rumah. Bahkan untuk ganti baju juga tak bisa.  Banyak warga juga yang harus tidur di teras-teras tetangga yang yang tak terdampak. Hanya beralaskan tikar karena tenda-tenda pengungsian belum dibangun. 

Warga akhirnya mengambil inisiatif untuk membuat dapur umum. Letaknya ada yang dipinggir jalan atau teras rumah warga.  Mereka bergotong royong memasak. Menunya sedanya. Nasi, mie instan atau pun telur dadar. 

Meski dirundung duka, warga tetap bisa tersenyum. Duduk di trotoar, sambil makan dan berbincang dengan yang lainnya.  Belum ada data resmi berapa warga yang terdampak. Instansi terkait masih melakukan pendataan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga Juangon Daulay mengatakan hingga Kamis (15/3) sore  tenda-tenda mulai dibangun. Namun untuk dapur umum saat ini belum juga ada. 

"Kita menangani pengungsian. Posko sudah kita buat. Dinkes juga sudah buat posko. Sampai saat ini belum bisa masuk ke lokasi untuk mendata berapa kerusakannya. Sepertinya bakal lama masa tanggap daruratnya," kata Juangon, Jumat (15/3). 

Petugas kepolisian masih bersiaga di lokasi. Menjaga titik ledakan tetap steril. 

Sebelumnya, bom meledak di dekat kediaman AH alias Uppang saat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akan meringkusnya, Selasa (12/3) siang.  Ledakan menyebabkan kepanikan. Sejumlah warga dan seorang petugas kepolisian juga terluka. 

Bom kembali meledak di rumah AH, Rabu (13/3) dinihari. Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah yang merupakan istri AH meledakkan diri dengan anaknya setelah negosiasi kepolisian gagal membujuknya untuk menyerahkan diri. 

Selain AH, polisi juga meringkus  AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul di Sibolga. Lalu petugas menangkap R (perempuan) dari Kota Tanjungbalai dan M di Tapanuli Tengah. 

Petugas juga menemukan ratusan kilogram bahan baku peledak dari dua titik di Kota Sibolga. Bersama sejumlah 'bom lontong' yang bisa meledak kapan saja. (mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Pemerintah Konseling Warga Terdampak Ledakan Bom di Sibolga

Berita Sumut

Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Ledakan Bom, Pemko Sibolga Koordinasi dengan BNPT

Berita Sumut

Naim, Korban Ledakan Bom di Sibolga Masih Dirawat di Rumah Sakit

Berita Sumut

Kapolri : Terduga Pelaku Teror di Sibolga Berafiliasi Pada ISIS

Berita Sumut

Ledakan di Sibolga Dipicu Penangkapan Terduga Teroris