MATATELINGA, Sibolga: Naim, salah satu warga yang menjadi korban ledakan bom di Kabupaten Sibolga, pada Selasa (12/3/2019) lalu saat ini masih terbaring lemah di saat menjalani perawatan di RSU Kota Sibolga. Naim merupakan kerabat dekat Abu Hamzah yang rumahnya berdekatan dengan terduga teroris tersebut.Jarum infus tampak terpasang di tangan Naim. Tak hanya itu, perban masih terlihat menutupi luka di bagian leher dan kepala serta bagian dadanya. Di ruangan Melati itu, Naim ditemani sang istri dan anaknya.Naim mengatakan pada awalnya ia diberitahu warga kalau rumah Abu Hamzah di Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumut didatangi sejumlah polisi dan kepala lingkungan. Ia lantas menyusul ke rumah itu."Saya langsung ke sana, kebetulan rumah kami memang berdekatan. Di sana saya lihat sudah banyak polisi. Mereka menunggu di depan rumah itu," ucap Naim.Kemudian, setibanya di rumah Abu Hamzah, Naim sempat diminta oleh polisi untuk membujuk istri dari Abu Hamzah untuk menyerahkan diri. Namun, nahas begitu pintu dibuka, istri Abu Hamzah langsung melemparkan benda seperi pipa. Kemudian terjadi ledakan. Naim terpental ke jalan. "Saat itu memang saya berada sangat dekat dengan posisi pintu. Ada seorang polisi juga di dekat saya. Ledakannya cukup keras, kami terpental ke jalan," ucap Naim. Akibat ledakan itu, Naim mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Serpihan kayu dan batu melukainya. Dalam keadaan luka, Naim dan sejumlah polisi berusaha menyelamatkan diri. Kemudian Naim dibawa ke rumah sakit."Saya berusaha menyelamatkan diri menjauhi ledakan. Saya lihat polisi yang berdiri di dekat saya tadi juga terpental. Kemudian saya dirawat di sini," urainya.Sebelumnya, bom meledak di dekat kediaman Abu Hamzah alias Uppang saat Densus 88 Anti Teror Mabes Polri akan meringkusnya, Selasa (12/3/2019) siang. Ledakan menyebabkan kepanikan. Sejumlah warga dan seorang petugas kepolisian juga terluka. Pada Rabu (13/3/2019), istri dan dua anak Abu Hamzah meledakkan diri di rumah itu. Aksi bom bunuh diri tersebut dilakukan setelah aparat kepolisian dibantu tokoh agama setempat gagal melakukan negosiasi. Wanita tersebut menolak menyerahkan diri kepada petugas. Istri dari Abu Hamzah dan dua anaknya tewas.Di Sibolga, Densus 88 meringkus tiga orang terduga teroris yakni AH (Abu Hamzah) alias Uppang, AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul. Lalu petugas menangkap R (perempuan) dari Kota Tanjungbalai dan M di Tapanuli Tengah. (mtc/fae)