MATATELINGA, Langkat - Hati yang pilu masih membekas karena merindu ibu. Mengingat ibunda yang sehari-hari masih ada, dimana ia sholat, wudhu, duduk. Musa Rajekshah yang paham bahwa sahabatnya masih bersedih, ia pun membawa Ustadz Somad ke Babussalam untuk bersilaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam X Syekh H. Hasyim Alsyarwani, Minggu (24/3).Diakui Musa, kehadiran dirinya dan Ustad Somad di rumah Syekh H. Hasyim Alsyarwani memang sebagai bentuk solidaritas sekaligus menghibur hati Sahabatnya yang hatinya sedang dilanda sedih.Begitu tiba di Babussalam, ratusan orang sudah bersiap untuk menyambut. Salawat pun dilantunkan ketika ia berjalan masuk. Tak salah kalau ia dibilang, ustad kita ustad sejuta umat. Ustad Somad pun langsung masuk ke dalam rumah bertemu Tuan Syekh H. Hasyim Alsyarwani.Di sana, ia disambut peluk dan dicium hangat Tuan Syekh. Lama telapak tangan mereka berpegangan erat, bak anak yang lama tak ketemu bapaknya. Begitu pun juga Musa Rajekshah, ia diperlakukan layaknya anak kandung oleh Tuan Syekh."Saya dan Ustadz Abdul Somad datang ke Babussalam, ke tempat bersejarah ini untuk bersilaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam, Syekh Hasyim Alsyarwani dan meminta doanya, karena kita tahu ulama kita, Ustadz Abdul Somad masih dalam keadaan berkabung," kata Musa Rajekshah membuka percakapan saat bertemu Tuan Syekh.Ditambahkan Musa, sebagai umat Islam dan juga seorang sahabat, memang sudah sepatitnya menghibur teman yang sedang sedih, apalagi Ustad Somad ini adalah ulama kita, maka beliau harus dimuliakan. "Ini adalah salah satu upaya kita untuk meringankan duka beliau setelah kepergian Ibunda tercinta," ujar Wakil Gubernur Sumatera Utara.Tanpa perlu komunikasi, Tuan Syekh paham betul kegundahan Ustad Somad pasca ditinggal ibunda tercinta. "Ustad Somad, saya turut berduka cita sedalam-dalamnya. Seperti yang kita tahu, Ibunda Ustad Somad baru saja berpulang. Untuk itu, mari kita doakan almarhumah agar diterima di sisi Nya, diterima iman keislaman beliau, Al Fatihah," ajak Tuan Syekh dan diikuti jamaah.Bagi Ustad Abdul Somad, Babussalam ini bukan tempat yang asing bagi dirinya dan keluarga. Ada hubungan historis yang sudah terbangun jauh sebelum Ustad Somad menjadi pendakwah kondang. Setidaknya, setahun sekali ia bersama keluarga pasti berkunjung dan berziarah ke Babussalam."Saya dan keluarga dulu setiap tahunnya paling tidak sekali berkunjung ke sini, jadi saya cukup kenal Babussalam. Sekarang saya memohon agar Tuan Guru terus memasukkan saya dalam doa, setelah salat, tahajud, besuluk, setiap saatlah ketika Tuan Guru berdoa,""Hati saya juga sudah mulai terhibur, Pak Ijek sudah membawa saya ke sana, kemari, bersilaturahmi ke Babussalam untuk bertemu tuan guru, ngasi makan rusa. Tapi, setelah saya pergi dari sini kayaknya saya akan sedih lagi (disambut tawa orang-orang yang hadir), mengingat di mana Ibu saya berwudhu, salat, duduk. Karna itulah Tuan Guru terus mendoakan saya biar saya ga sedih lagi," kata Abdul Somad dan disambut tawa orang-orang.Usa bersilaturahmi, tak sedap rasa Tuan Syekh kalau tak sempat mencicipi hidangan yang tersedia. Deretan masakan khas melayu telah rapi tersusun. Sedap di mata, pun terasa lezat di lidah. Begitulah kira-kira yang dirasakan rombongan Musa Rajekshah dan Ustad Somad.Khidmat betul jamuan makan siang kali ini. Sedikit basa basi dari tuan rumah dan mempersilahkan tamu makan. Sebagai penutup, bubur sumsum dingin khas Babussalam menjadi penutup makan siang.Walau temu berjumpa pisah, tapi hubungan tak akan cerai. Karena waktu pulalah yang akhirnya memisahkan Musa, Ustad Abdul Somad dan Tuan Syekh H. Hasyim Alsyarwani berhubung Ustad Somad pun hendak bertolak kembali ke Pekanbaru karena keluarga sudah menunggu ba'da ashar melalui Bandara Kualanamu. (mtc)