MATATELINGA, Binjai: Kantor sinode Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) bersama Pemko Binjai, menggelar dialog antar umat beragama ,yang diselenggarakan di Pendopo Umar Baki, Selasa (2/4/2019).Kakan Kemenag Kota Binjai, H Abdul Rahman mengatakan kerukunan umat beragama bukanlah barang jadi yang begitu saja dapat terbentuk dan terbina, tetapi kerukunan dapat tercipta karena terus dibina, dijaga, dipelihara, dirawat ,dan dilestarikan. Kegiatan dialog antar umat beragama merupakan salah satu cara untuk merawat kerukunan umat beragama, khususnya di Kota Binjai. Kerukunan umat beragama di Kota Binjai berada di posisi ke sembilan tingkat nasional. Kerukunan adalah modal utama, pondasi yang harus terus dipelihara. Peranan para tokoh agama sangat dibutuhkan menjadi garda terdepan memberikan contoh kepada generasi muda bangsa. Bishop GKPI, Pdt Oloan Pasaribu, mengatakan acara seperti ini merupakan salah satu program GKPI yang telah diselenggarakan di beberapa kota/kabupaten. Dapat berbaur dengan masyarakat, serta bersama-sama memberantas penyakit sosial merupakan program kerja dari GKPI. "Kota Binjai adalah kota yang amat kondusif, semuanya sangat bersahabat, mari kita bersama menjaga anak bangsa, dan ini merupakan salah satu makna dari kegiatan ini, "ungkap Pdt Oloan. Menambahkan, Kapolres Kota Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika mendapat gangguan Kamtibmas. Kerukunan umat beragama di Kota Binjai sangat luar biasa. "Toleransi umat beragama di Kota Binjai sangat tinggi, saya harapkan situasi seperti ini dapat dipertahankan, dan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan. Semua agama pastinya mengajarkan kebaikan, pesta demokrasi yang tinggal menghitung hari jangan menyebabkan perpecahan antara umat beragama, etnis, suku, dan lainnya," pesan Kapolres.