MATATELINGA, Medan : Sebanyak 2000 personil gabungan TNI-Polri dan institusi terkait disiapkan sebagai pasukan pengamanan VVIP Presiden RI dan Ibu Hj Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kota Medan, Sumatera Utara.Hal ini disampaikan Dandim 0201/BS Medan, Kolonel Inf Yuda Rismansyah seusai memipin apel gelar pasukan operasi Pengamanan VVIP di Lapangan Benteng, Medan, Sumatera Utara, Jumat (5/4/2019)."Untuk pengamanan VVIP selama di Kota Medan, ada sebanyak 2000 personil gabungan TNI-Polri dan institusi terkait yang diturunkan," kata Dandim 0201/BS.Sebagai Dansatgas Pengamanan VVIP di Medan, Dandim 0201/BS menegaskan, pengerahan pasukan gabungan ini diharapkan bisa menjamin keamanan VVIP bersama Ibu Hj Iriana Joko Widodo selama kunjungan di Kota Medan.Dalam apel gelar pasukan operasi Pengamanan VVIP di Kota Medan ini, Kolonel Inf Yuda Rismansyah bertindak sebagai inspektur upacara, dengan Danyon Armed 2/105 Kilap Sumagan, Letkol Arm Adietya Yuni Nurtono sebagai Komandan Upacara.Dalam apel ini, Dandim 0201/BS membacakan amanat tertulis Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI MS Fadhilah selaku Pangkoops Pengamanan VVIP.Ditegaskan Pangdam, tujuan apel gelar pasukan operasi pengamanan VVIP ini adalah untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan pribadi VVIP serta menjamin keamanan wilayah yang menjadi objek kunjungan VVIP setiap saat di manapun berada.[adsese]"Ancaman terhadap VVIP bukan hanya merupakan ancaman terhadap keselamatan dan keamanan pribadi VVIP saja, namun juga ancaman yang dapat menjatuhkan kehormatan dan kedaulatan negara, martabat serta kewibawaan pemerintah. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman tersebut, TNI dan Kepolisian bersama institusi terkait perlu menyelenggarakan operasi pengamanan VVIP secara terpadu," jelas Pangdam.Ancaman gangguan keamanan seiring perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kesiapan masing-masing Satgaspam secara keseluruhan, baik personel, materiil maupun sarana pendukung pengamanan lainnya."Saya selaku Pangkoops Pengamanan VVIP harus dapat meyakini bahwa tiap-tiap Satgas sudah memiliki kesiapan operasional yang mampu untuk menangkal berbagai kerawanan dan kontijensi yang diprediksikan dapat terjadi. Di samping itu, apel gelar pasukan ini menggambarkan totalitas kesiapan pengamanan, mulai dari H-1 sampai dengan selesainya kunjungan kerja Presiden RI dan Ibu Hj Iriana Joko Widodo di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara," terang Pangdam lagi.Personel Pengamanan VVIP akan ditempatkan di lokasi yang menjadi sasaran peninjauan, mulai dari Bandara Internasional Kuala Namu, sepanjang rute yang dilalui maupun rute cadangan serta rute pengganti."Saya berharap pada pelaksanaan Pengamanan VVIP ini agar lebih ditingkatkan koordinasi dan kerjasama yang terencana, terarah dan terkendali, dengan tetap berpedoman pada peraturan Pengamanan VVIP, baik secara langsung maupun tidak langsung, agar sasaran dan tujuan pengamanan dapat dicapai dengan optimal dan sukses," ucap Mayjen Fadhilah mengingatkan.Tidak kalah pentingnya, lanjut Pangdam, selalu mengantisipasi setiap perkembangan situasi di lapangan maupun usaha-usaha dari pihak tertentu yang ingin mengganggu kelancaran, ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan kunjungan kerja Presiden RI dan Ibu Hj Iriana Joko Widodo, sehingga wilayah yang menjadi tanggung jawab bersama tetap kondusif dan terjaga dengan aman dan terkendali.Pangdam Mayjen Fadhilah juga menekankan, bahwa Pengamanan VVIP ini harus berhasil dan tidak ada kata ulangi serta jangan dianggap sebagai rutinitas, sehingga mengabaikan kewaspadaan dan kesiapsiagaan."Oleh sebab itu, peran Dansatgas, Dansubsatgas sangatlah dominan. Tidak saja dituntut mampu melaksanakan tugasnya dengan maksimal, tetapi juga harus mampu dalam menghadapi dan mengelola serta menyelesaikan berbagai situasi yang mungkin terjadi di lapangan," tegas Mayjen Fadhilah seperti yang dibacakan Dandim 0201/BS. (mtc/amr)