MATATELINGA, Medan : Para pelajar di SMAN 13 Medan langsung dijemput oleh orangtua mereka pada hari terakhir Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (8/4). Kebijakan ini diambil untuk menghindari para pelajar melakukan aksi corat coret dan juga berkonvoi.Hasilnya, sejak pagi hari, sekolah yang berada di Jalan Brigjen Zein Hamid itu sudah dipenuhi oleh para orangtua murid. Mereka menunggu anaknya yang mengikuti ujian."Sengaja kita undang orangtua menjemput anak mereka masing-masing. Sebelumnya kita sudah sosialiasi jangan coret menyoret, karena surat dari kepolisian melarang agar tidak melakukan itu ," ujar Kepala SMA Negeri 13 Medan, Muchlis.Muchlis menyampaikan ada sebanyak 529 siswa yang mengikuti UNBK di sekolah itu. Sehingga kehadiran para orang tua murid merupakan bagian dari komitmen SMA 13 dan para orang tua siswa, agarpara siswa tidak melakukan aksi coret coret atupun konvoi yang selama ini begitu meresahkan masyarakat ."Atas undangan itu, para orang tua setuju dan menjemput anak anak mereka,"sebutnya.Selain mengundang orangtua, pihak sekolah juga membuat spanduk di dalam sekolah yang menghimbau agar anak didiknya tidak melakukan aksi coret maupun konvoi. Bagi orang tua yang berhalangan hadir, para siswanya diwajibkan untuk membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan aksi coret- coret. "Kita tetap pulangkan. Tanggung jawab di luar tanggung jawab orang tua, kita kan di area sekolah. Kita sudah berikan himbauan sosialisasi juga sudah kita berikan," kata Muchlis..Sementara itu Zul, salah satu orang siswa sengaja menyempatkan diri datang menjemput putrinya ke SMA 13 Medan, dia memgapresiasi tindakan SMA 13 yang melibatkan orang tua untuk mencegah konvoi dan aksi coret -mencoret." Sudah pas ini, untuk menghindari anarkis, kadang anak anak muda ini kerap lepas kontrol, hingga merugikan diri sendiri, orangtua bahkan masyarakat," ujarnya.(mtc/fae)