Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pipa Gas Meledak, Disebut sebut 2 Meninggal Dunia dan 8 Luka
Breaknews

Pipa Gas Meledak, Disebut sebut 2 Meninggal Dunia dan 8 Luka

Redaksi - Kamis, 11 April 2019 21:11 WIB
Matatelinga.com
lokasi ledakan, porak poranda
MATATELINGA, Medan: Telah terjadi ledakan di Jalan Kruing Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah,  Kamis (11/4/2019) malam. Terjadi ledakan gas bawah tanah diduga milik PGN, yang menyebabkan tiga rumah toko (ruko) terbakar, hingga mengakibatkan 8 korban luka dan 2 meninggal dunia.

Pantauan Matatelinga.com dilapangan, terlihat tiga ruko mengalami kerusakan hingga 70 persen dan diduga kuat akibat meledak  tabung gas tersebut, yang ditempati sepasang pasutri keturunan Tionghoa, yang berjualan Bulo Amanda. Selain itu juga, sepasang suami istri (pasutri), Rahmad dan istrinya yang burjualan Sate kerang serta satu ruko yang diduga kosong.Tampak pula didepan ruko yang didekatnya mengalami kehancuran hingga 50 persen. Bahkan gedung-gedung ruko di sepanjang Jalan Kruing, dindingnya mengalami kerusakan."Ledakannya keras kali kami semua kaget keluar semua kami bang. Kami entah bom entah apa," ucap Doni salah satu karyawan yang berjualan roti tak jauh dari lokasi ledakan.

Tambah Doni,  tak sedikit korban yang sudah dibawa ke Rs terdekat." Tadi ada yang sampai melepuh badanya dan laki-laki, sudah dibawa sama ambulance. Derah sini banyak jualan roti semua." sebut  karyawan lainnya.Akibat kejadian ini, ratusan warga menjadikan peristiwa tersebut sebagai tontonan, yang membuat pihak kepolisian langsung menutup areal lokasi ledakan dengan police line."Kalau tak  salah kurang lebih 2 bulan yang lalu sempat meledak juga di kopi motten itu bang," ucap sebagain karyawan toko roti disana.

Ari Siregar selaku petugas Damkar mengatakan korban hampir berjumlah 10 orang. "Tadi yang kena luka bakar 90 persen pak Rahmad dan istrinya mengalami luka bakar. Tadi kami (Pihak Damkar) yang ikut membawa korban tersebut ke RS Royal Prima," katanya.Selain itu dia menambahkan, ada dua balita yang meninggal dunia, akibat ledakan gas tersebut. "Kalau nggak salah, umur 2 dan 4 tahun meninggal bang. Dari rumah pak Rahmad, disebelahnya lagi ada juga beberapa korban (Etnis Tionghoa) dibawa ke RS Royal Prima," sebutnya.Namun dari dugaan korban luka dan meninggal tersebut, belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisan. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto dan Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing masih berada dilokasi.Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dan hingga kini keduanya pun masih belum bisa memberikan keterangannya.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Berita Sumut

Terdesak Bayar Kontrakan Rumah, Pekerja Bangunan Curi Motor

Berita Sumut

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga