Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kejati Sumut Gelar Acara Jaksa Masuk Gereja

Kejati Sumut Gelar Acara Jaksa Masuk Gereja

- Kamis, 11 April 2019 01:37 WIB
Matatelinga/jamesppardede
Program Jaksa Menyapa masuk Gereja
MATATELINGA, Medan: Dengan tujuan untuk membekali dan mengedukasi masyarakat tentang hukum, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menggelar acara Penerangan dan Penyuluhan Hukum di aula kantor Klasis Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Medan Kuta Jurung, Rabu (10/4/2019) dengan tema "Kenali Hukum, Jauhi Hukuman".

Ketua Klasis GBKP Medan Kuta Jurung Pdt. Steven Kumenit membuka acara dan menyampaikan bahwa acara penyuluhan dan penerangan hukum yang digelar Kejati Sumut memilih GBKP Klasis Medan Kuta Jurung.

"Semoga penyuluhan dan penerangan hukum ini bisa menambah pengetahuan para pendeta yang wilayah pelayanannya dibawah Klasis Medan Kuta Jurung, ada 17 gereja dan dilayani oleh beberapa pendeta," kata Pdt. Steven Kumenit.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Sumanggar Siagian menyampaikan bahwa program Jaksa Menyapa yang dilaksanakan oleh Kejaksaan tidak lagi hanya masuk ke sekolah, pesantren, tapi juga ke gereja.

"Harapan kita program Jaksa Menyapa Gereja ini bisa mengedukasi semua elemen masyarakat termasuk pendeta yang melayani banyak jemaat. Topik yang kita sampaikan adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan berita Hoax yang selama ini kian meresahkan," tandas Sumanggar.

Jaksa Juliana PC Sinaga menjadi pemateri pertama dengan topik "Penerapan UU Penghapusan KDRT" dan pemateri kedua Jaksa Nova Manurung "Hoax dan Hate Speach dalam ITE".

Dalam paparannya, Jaksa Juliana yang sehari-hari bertugas di bidang Intel Kejatisu menyampaikan ada banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Antara lain faktor ekonomi (keuangan), pendidikan dan sosial budaya.

"Terkadang, tanpa kita sadari, hanya karena si isteri atau suami tidak bisa menahan amarahnya, sasaran terakhirnya adalah anak. Anak-anak yang tidak tahu menahu dengan permasalahan orang tuanya seringkali jadi korban kekerasan, bahkan ada yang berujung sampai kepada penganiayaan," paparnya.

Selagi masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan, kata Juliana kasus KDRT tidak perlu harus sampai ke ranah hukum. Akan tetapi kalau sudah mengancam keberadaan suami atau isteri maupun anak, korban KDRT perlu perlindungan dan dilaporkan ke aparat kepolisian.

"Keberadaan kita dalam rumah tangga tidak pernah ada kata tamat. Sampai ajal menjemput barulah kita berhenti belajar bagaimana membina sebuah rumah tangga yang harmonis. Cara terbaik dalam mengatasi masalah dalam rumah tangga adalah membuang rasa egois dan mau menang sendiri," kata Juliana.

Sementara Jaksa Nova Manurung yang juga bertugas di Intel Kejatisu menyampaikan materi tentang hoax dan ujaran kebencian di media sosial belakangan ini semakin marak. Terutama jelang pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2019.

"Saya yakin, hampir semua orang memiliki Android dan akun media sosial. Terkadang, tanpa kita sadari kita ikut menyebarkan berita bohong yang asal-usulnya tidak jelas ke orang lain," papar Nova Manurung.

Menyikapi makin maraknya berita hoax, kata Nova masyarakat perlu melakukan tahapan saring dulu sebelum akhirnya di sharing ke orang lain. Ketika kita mendapatkan sebuah kiriman informasi, ada baiknya jangan langsung disebarkan.

"Beberapa langkah perlu kita lakukan agar kita tidak sampai berurusan dengan hukum. Cermati dulu sumber informasinya, cermati situsnya, cek kebenaran informasi yang kita txerima apakah sumbernya jelas atau tidak. Dan biasanya, judul berita hoax itu cenderung provokatif," tandas Nova.

Di akhir acara ada sesi tanya jawab dan pemberian cenderamata dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara oleh Kasi Penkum Sumanggar Siagian  kepada Ketua Klasis GBKP Medan Kuta Jurung Pdt. Steven Kumenit dan foto bersama dengan seluruh peserta.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Dirut Perumda Tirtanadi Sumut Ardian Surbakti dan Kajatisu Harli Siregar Teken MoU Penanganan Perkara DATUN

Berita Sumut

Pimpin Apel Pagi, Sumanggar Siagian Ajak Jajaran Tetap Jaga Integritas Dalam Setiap Tugas

Berita Sumut

LIPPSU: Kemana Pajak HGU PT Bridgestone Mengalir?

Berita Sumut

PWI dan JMSI di Sumut Nilai Kajatisu Harli Siregar Raih Prestasi Gemilang dalam Kolabarasi dengan Jurnalis dan Pemberantasan Korupsi

Berita Sumut

Dua Mantan Kasi Penkum Kejati Sumut dapat Promosi Jabatan Baru, Bobbi Sandri Jadi Kajari Banda Aceh dan Sumanggar Siagian Jadi Aspidum Kejati Kalbar

Berita Sumut

Laskar Prabowo 08 Sumut Beri Dukungan Penuh pada Kajati Sumut Harli Siregar: "Kinerja Profesional, Jangan Terpengaruh Opini Miring"