MATATELINGA, Medan : Hari terakhir pelaksanaan UNBK di SMPN 7 Medan pada Kamis (25/4/2019) diisi dengan sejumlah kegiatan positif. Diantaranya yaitu mengumpulkan seragam sekolah. Seragam sekolah yang layak pakai akan diserahkan untuk adik kelas yang membutuhkan."Ini salah satu kegiatan untuk mengantisipasi para pelajar melakukan aksi coret-coret baju seusai UNBK,"sebut Kepsek SMPN 7 Medan Irnawati kepada wartawan.Satu persatu siswa keluar dari ruang ujian, mereka membuka seragam mereka dan dikumpulkan dalam sebuah kardus. Kemudian, mereka menggunakan pakaian batik sekolah di akhir UNBK. Di SMP Negeri 7 Medan peserta UNBK berjumlah 264 siswa.Selain itu lanjut Irnawato, pihak sekolah mewajibkan orang tua untuk menjemput anaknya setelah melaksanakan UN terakhir dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)."SMP Negeri 7 Medan dalam melakukan kegiatan akhir Ujian Nasional dan telah kami sosialisasikan ke orangtua lewat pemberitahuan, pertama kami memohon kepada orang tua untuk kerjasamanya dalam mengantisiapasi kegiatan yang sifatnya euforia yang selalu dilakukan oleh siswa setiap tahunnya, seperti ngebut-ngebut di jalan, coret-coret, kongkow di jalanan yang bisa menyebabkan terganggungnya arus lalin dan mengakibatkan masyarakat terganggu," ucap Irnawati.Irnawati himbau itu, disampaikan melalui dengan nomor : 6017/SMP/2019, yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, sebelum pelaksanaan UN berakhir. Pastinya, pihak tetap melakukan antisipasi kegiatan negatif dilakukan siswa."Pertama mengajurkan siswa dan orang tua untuk memberikan sumbangan pakaian seragam yang masih layak digunakan untuk adik-adik kelas maupun yang membutuhkan. Yang kedua, menggunakan baju seragam batik saat ujian," jelas wanita berjilbab itu.Ia mengungkapkan pihak sekolah juga memberikan fasilitas coret-coretan mengarah positif dengan menggunakan spanduk putih, para siswa dipersilahkan menuliskan komitmen mereka di dalam spanduk panjang untuk terus belajar dan melanjutkan pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi."Nah disitulah disediakan untuk anak-anak apa yang mau mereka tulis. Dan terakhir, pulang harus dijemput orang tua. Kalau tidak dijemput orang tua. Kami menahan sementara sampai batas waktu kami anggap kondusif untuk diperbolehkan pulang," ungkap wanita berkacamata itu.Selanjutnya, ia mengatakan jika siswa atau anak kedapatan melakukan aksi negatif, seperti tertera dalam surat disampaikan tersebut."Maka siswa tersebut akan dipertimbangkan untuk kelulusannya dari SMP Negeri 7 Medan," pungkasnya.(mtc/fae)