Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
LAPK: Krisis Listrik Tetap Menghantui Warga Sumut

LAPK: Krisis Listrik Tetap Menghantui Warga Sumut

Admin - Kamis, 20 Maret 2014 15:44 WIB
Matatelinga - Medan,  Krisis listrik di Sumatera Utara tetap menjadi momok dan selalu menghantui masyarakat. Walaupun PT PLN membuat janji untuk tidak lagi melakukan pemadaman. Mereka mengklaim byarpet listrik telah berakhir. Beberapa mesin yang mengalami pemeliharaan telah masuk ke dalam sistem. Setidaknya, saat ini listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTGU) Gas Turbin (GT) 2.2 sudah mulai memasok listrik ke Sumut dan sekitarnya secara bertahap. Masuknya listrik dari PLTGU GT 2.2 ini, secara bertahap akan membuat pasokan listrik di Sumut dan sekitarnya dapat normal (base load).

Kondisi ini menurut Direktur Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Farid Wajdi diperparah karena PLN tidak sanggup untuk mengejar pertumbuhan konsumsi listrik di wilayah tersebut, terutama Sumut. 

Menurut catatan PT PLN (Persero) pertumbuhan konsumsi listrik di wilayah Sumbagut merupakan yang tertinggi di Indonesia,  yaitu mencapai 10%-11% per tahun. Jadi, krisis listrik yang melanda Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) karena tidak seimbangnya penambahan pasokan listrik dengan pertumbuhan konsumsi listrik di wilayah tersebut. 

"Luasnya wilayah Sumbagut dan kebutuhan konsumsi listrik yang cukup tinggi, membuat sulit memenuhi pasokan yang handal.Krisis listrik yang melanda Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sudah terjadi sejak sembilan tahun silam atau pada 2005. Lalu mengapa faktor utama yang menyebabkan pemadaman listrik di wilayah tersebut tak kunjung dituntaskan?" Kata Farid Wajdi.

Krisis Listrik Masih Menghantui

Lalu, kata Mantan Dekan FH UMSU ini apakah derita masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya, soal pemadaman listrik bergilir yang terjadi selama bertahun-tahun bakal berakhir dengan bebasnya pemadaman terkini? Biasanya petinggi PT PLN seperti menabur janji, tapi kemudian diingkari. 

Oleh sebab itu, pihak PT PLN jangan terus melakukan

unjuk kebolehan (show off) belaka. Masyarakat meminta bukti dari janji PT PLN tersebut.

Seterusnya, coba dihitung secara teknis soal persediaan cadangan listrik. PT PLN hanya memiliki pembangkit yang bisa menghasilkan listrik berkapasitas 1.400 megawatt (MW). Sementara kebutuhannya sudah mencapai 1.650 MW. 

"Jadi ada defisit lebih kurang 250 MW. Secara teknis seharusnya dengan kepasitas sebesar itu wilayah Sumbagut miliki cadangan 30% atau menjadi 1.900 MW," paparnya.

Idealnya pasokan listrik ada pada posisi angka minimal, seperti Jawa-Bali. Bagaimana cadangan listrik di Sumabagut, apakah dapat disediakan atau ditingkatkan. Semestinya jika konsumsi meningkat, PT PLN harus meningkatkan jumlah cadangan listrik.

Masalahnya adalah untuk daerah-daerah lain di luar Jawa, lanjut Farid cadangan listrik masih kurang. Kondisi ini yang menyebabkan terjadi pemadaman bergilir. Kalau membaca kapasitas listrik di Sumbagut secara teknis cadangan listriknya tidak ada alias pas-pasan, bahkan sebenarnya defisit.

Apakah ada garansi pascabebas pemadaman ini, tandas Farid dimana cadangan listrik dapat mencapai 30 persen? Bagaimana memenuhi pertumbuhan listrik tersebut, jika tidak diimbangi dengan pasokan listrik yang cukup. Sumatera Utara tetap berpotensi mengalami krisis listrik.

Memang tidak ada jalan kecuali PT PLN mengejar proyek-proyek kelistrikan yaitu mempercepat proses uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu dan membebaskan lahan untuk jaringan transmisi kelistrikan dari Naganraya.

Tak hanya itu, tambahnya pemerintah mesti dapat menjamin bahwa PT Inalum sewaktu-waktu dapat membantu memasok energi listrik kepada PT PLN. Sistemnya adalah PLN juga menyewa mesin PT Inalum. Tanpa ada upaya serius dan berkesinambungan, mesin pembangkit yang sedang beroperasi tidak akan mampu mengantisipasi pertumbuhan itu.

"Karena kalau tidak dengan langkah cerdas, jitu dan cekatan, pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Sumbagut masih tetap menimbulkan tanda tanya kapan krisis tersebut akan berakhir. Sewaktu-waktu byarpet bakal terjadi, karena tidak ada jaminan pasokan listrik yang handal dimiliki PT PLN," tuturnya.

Jadi, meski byarpet berakhir, krisis listrik tetap menghantui, entah sampai kapan?

(Jam/Mt-01)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Kebakaran Landa Pabrik di Belawan, Tangki Pendingin PT YSR Hangus Terbakar

Berita Sumut

Kesiapan Hadapi Bencana, BRI Panyabungan Gelar Simulasi Kebakaran

Berita Sumut

ISatu Unit Rumah Permanen Terbakar, Kapolsek Bangun Langsung Turun ke Lokasi Kejadian

Berita Sumut

Tim INAFIS Sat Reskrim Polres Simalungun Ungkap Penyebab Kebakaran

Berita Sumut

Himbauan Kapolres Simalungun: Waspada Kebakaran! Empat Langkah Sederhana Selamatkan Rumah dan Keluarga Anda

Berita Sumut

Beberapa Titik Lokasi Kebakaran di Simalungun, Kapolres Imbau Warga Waspada Listrik dan Tabung Gas