MATATELINGA, Medan: Pengadilan Negeri Medan menghukum Ketua Persatuan Pedagang Pasar Marelan (P3TM), Ali S alias Geno dengan pidana penjara selama 1 bulan 17 hari. Ali dinyatakan terbukti melakukan pemerasan terhadap pedagang Pasar Marelan.Putusan terhadap terdakwa Ali S alias Geno ini dijatuhkan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Abdul Kadir di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/4/2019)."Mengadili, menyatakan terdakwa Ali S alias Geno telah terbukti melakukan pemerasan. Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 1 bulan 17 hari," sebut Abdul Kadir dihadapan jaksa penuntut umum dan terdakwa.Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakann perbuatan terdakwa Ali membuat kerugian para pedagang. "Perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 368 ayat (2) ke-II KUHPidana," ucap hakim Abdul.Setelah membacakan amar putusan, majelis hakim langsung menghitung masa tahanan rumah terdakwa. "Berarti anda (terdakwa) hari ini (Selasa) sudah bebas," cetus hakim. Mendengar hal itu, terdakwa dan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Hakim Harahap langsung menerima putusan hakim."Terima pak," kata Ali. "Saya terima pak," ucap JPU yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum 3 bulan penjara. Sementara tiga terdakwa lain dalam kasus ini yakni Roni Mahera (47) selaku Wakil Sekretaris, M Ali Arifin (50) selaku Bendahara dan Rasdi Hasibuan (49) selaku Staf P3TM, juga dituntut masing-masing selama 3 bulan penjara. Ketiganya akan mendengarkan putusan pada Kamis (2/5/2019) mendatang.Diketahui, Ali S dan ketiga pengurus P3TM lain dituntut secara terpisah. Dalam dakwaan JPU, keempat terdakwa memberlakukan harga meja dan kios kepada para pedagang sesuai ketentuan mereka secara sepihak yang tidak mendapat persetujuan dari PD Pasar Kota Medan.Dimana pembayaran, dapat dilakukan lunas atau mencicil beberapa kali dan apabila tidak melunasi sesuai ketentuan harga dari P3TM tersebut, maka para pedagang mendapat peringatan. Yaitu, berupa ancaman bahwa meja yang sudah dibeli para pedagang akan dialihkan kepada orang lain.Akibat ancaman tersebut, saksi Rotua Ester Maria Sinaga dan pedagang lain membayar harga meja dan kios yang sangat tinggi. Selain itu, juga terjadi kesemrautan di Pasar Marelan yang disebabkan oleh posisi meja, kios dan stan tempat berjualan para pedagang yang sudah membayar tidak sesuai dengan harapan.Pada tanggal 24 Agustus 2018, petugas dari Polda Sumut melakukan penangkapan terhadap Roni Mahera, M Ali Arifin dan Rasdi Hasibuan, saat melakukan pungli kepada Rotua untuk pembayaran meja sayur sebesar Rp 12 juta. Sedangkan Geno ditangkap terpisah. (mtc/fae)