MATATELINGA, Tobasa: Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara, Darwin Sianipar membantah berita yang beredar mengenai bebek yang mereka berikan, mati karena sudah mengidap penyakit.Hal ini diungkapkan beliau kepada para awak media di Porsea Jumat, 3/5/19. Beliaupun siap mengklarifikasi dengan siapapun terkait dengan kematian anak bebek yang mereka serahkan kepada kelompok yang ditunjuk anggota DPRD Tobasa Fauzi Sirait."Kelompok yang menerima bebek tersebut bukan kelompok yang kami usulkan. Namun kelompok yang diusulkan dewan yang terhormat. Kalau itu kelompok yang kami usulkan, pasti kami cek kesiapan kandang dan kebutuhan lainnya" ungkapnya tegas.Darwin Sianipar mengatakan jika pengadaan anak bebek sebanyak 500 ekor merupakan pokok pikiran dewan Fauzi Sirait dan harus diberikan kepada kelompok yang sudah ditunjuk. Menurut Darwin Sianipar, beliau sudah mengingatkan agar pengadaan anak bebek ditunda hingga musim kemarau agar bebek tidak terserang hawa dingin dimusim hujan. Namun tidak di indahkan."Saran saya ini tidak direspon oleh anggota dewan tersebut. Malah menyalahkan dinas Ketahanan Pangan. Sebelum penyerahan, kami sudah melakukan pendataan termasuk mengecek kesehatan anak bebek, dan dinyatakan sehat" ungkapnya kepada awak media.Anak bebek tersebut diserahkan kepada kelompok yang ditunjuk dewan dalam keadaan sehat dan layak. Namun setelah beberapa hari, ratusan anak bebek mati dan diduga karena kedinginan. Penyerahan anak bebek tersebut dilakukan saat musim penghujan.Hampir 80% anak bebek yang diserahkan dinas ketahanan pangan mati karena kedinginan. Saat penyerahan, beberapa kelompok di Desa Nalela tidak memiliki kandang. Dinas tersebut menyarankan agar menyediakan kandang yang layak untuk anak bebek sebelum bebeknya diterima para kelompok. Namun ini tidak diindahkan. Hasilnya, ratusan anak bebek mati karena terserang hawa dingin dan tak tahan air."Saya siap dihadapkan dengan siapapun dan mempertanggungjawabkan secara moral dan siap buka-bukaan dengan Fauzi Sirait anggota dewan tersebut" tukasnya.(mtc/pintor)