MATATELINGA, Tobasa: Sekretaris Desa Banuahuta Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba Samosir, Agus Siagian membantah jika mesin pemipil jagung yang diusulkan kelompok taninya sudah mereka terima. Padahal, mesin tersebut belum pernah mereka terima hingga saat ini.Pernyataan ini dilontarkan beliau saat DPRD turun lapangan melihat realisasi LKPJ TA 2018 bersama dinas pertanian Toba Samosir. Dinas terkait mengatakan jika mereka sudah menyalurkan mesin pemipil jagung ke Desa Banuahuta. Sepengetahuan sekdes Banuahuta, mesin tersebut sudah diusulkan melalui proposal pada tahun lalu. Namun hingga saat DPRD turun lapangan realisasi LKPJ 2018 pada Jumat, 3/5/19, mesin tersebut tidak pernah mereka terima.Dirinya membantah pernyataan dinas pertanian yang diwakilkan oleh bermarga Simanjuntak. Ketua kelompok tani Hasiholan Siagian yang seharusnya menerima mesin pemipil jagung tersebut mengaku heran dengan pernyataan dinas pertanian Toba Samosir. Melalui sambungan telepon, ketua kelompok tani Hasiholan Siagian mengatakan jika mesin tersebut belum mereka terima hingga terungkap saat dewan turun lapangan. Hadir saat itu Tua Parasian Silaen dari partai Demokrat, Alo Sianipar, Tohonan Sianipar dan Ramlin.Anggota dewan tersebut heran dan jengkel terhadap kinerja dinas pertanian Tobasa. Ditempat terpisah, ketua kelompok tani Hasiholan Siagian mengatakan jika proposal permohonan mesin pemipil jagung tersebut sudah 2 kali mereka ajukan. "Alasannya karena proposal pertama hilang dan diminta dibuatkan lagi. Namun proposal kedua juga dinyatakan hilang ntah dimana rimbanya" ungkap Ketua Kelompok tani Subur Jaya Hasiholan Siagian. Kemanakah mesin pemipil jagung tersebut dan siapakah yang memberi dan yang menerimanya?