MATATELINGA, Medan: Sebagaimana setiap tahunnya, pergelaran Ramadhan Fair Kota Medan di Jalan Masjid Raya, disesaki pengunjung. Namun masyarakat yang hadir komplain dengan parkir di sekitar lokasi. Tarifnya begitu tinggi, sehingga tak jarang para pengunjung terlibat debat dengan para penjaga parkir liar. Padahal Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin ingin, Ramadhan Fair jadi ajang promosi pariwisata Kota Medan. Selain itu, Eldin juga ingin Usaha Mikro Kecilbdan Menengah (UMKM) terus berkembang dengan gelaran Ramadhan Fair. Tarif parkir pun dipatok Rp 5 ribu hanya untuk sepeda motor. Kehadiran para petugas Dinas Perhubungan juga tak membuat takut oknum parkir luar. "Cemanalah mau banyak yang datang kalau parkirnya ajah udah mahal. Kalau kayak gini pasti malas orang mau datang,"ujar Fadli, ,35, salah seorang pengunjung. Parkir-parkir liar itu ada di seputar lokasi. Salah satunya berada di depan Masjid Raya Al Mashun. Tepatnya di dekat Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Wali Kota Medan yang mendengar soal parkir liar itu agaknya terkejut. Karena, kata Eldin pihaknya malah tidak ada mematok biaya alias gratis. "Tidak ada pengutipan parkir. nanti kita berikan sanksi kepada mereka yang mengutip. Itu tetap tidak boleh. Karena ada penjagaan petugas," ujar Eldin. Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis pun berang mendengar informasi soal parkir liar tersebut. Dia berjanji akan langsung melakukan penindakan. "Kalau masih ada masyarakat yang nakal menjadi tugas kita untuk mengamankannya. Petugas kita langsung keliling. Jadi perhatian kita untuk perketat pengamanan. Akan langsung kita tindak," pungkasnya. Untuk diketahui, Ramadhan Fair pertama kali digelar pada 2004 lalu. Ramadhan Fair tahun ini adalah kali ke 16 yang digelar di Taman Sri Deli sebagai panggung utama. (mtc)