MATATELINGA, Asahan: Warga masyarakat Kisaran malam hari geruduk kantor PT.PLN Unit Layanan Pelangggan (ULP) Kisaran , Jum'at (10/5/2019) sekira pukul 22.15 Wib terkait soal seringnya terjadi pemadaman arus listrik pada saat warga masyarakat hendak berbuka puasa maupun sahur , puluhan warga masyarakat meminta pihak PLN ULP Kisaran selama bulan Ramadhan tidak melakuan pemadaman , pemadaman arus listrik sering terjadi pada saat bulan Ramadahn dalam setiap tahunnya.Soleh salah seorang warga masyarakat yang turut dalam aksi tersebut mengatakan setiap bulan suci Ramadhan setiap tahunnya, PLN Kisaran sering melakukan pemadaman arus listrik, sehingga masyarakat yang hendak berbuka puasa, taraweh maupun sahur terganggu dengan pemadaman ini, hal tersebut seperti terjadi pada Kamis (09/5/2019) dalam satu hari terjadi dua kali pemadaman, dan ini sudah sangat meresahkan warga masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa .Soleh juga mengatakan selama ini warga masyarakat sudah cukup sabar dalam menghadapi pemadaman arus listrik yang dilakukan oleh pihak PLN, kami warga masyarakat bukan gratis untuk menerangi rumah , kami bayar namun inilah pelayanan PLN yang diberikan kepada konsumennya dan warga masyarakat ini marah dikarenakan saat mayarakat hendak berbuka puasa, taraweh serta pas hendak sahur listrik padam, bagaimana kami tidak kesal dengan kinerja PLN yang kami anggap tidak profesional, ungkapnya.Sementara penjelasan Pimpinan PT.PLN ULP Kisaran Heryanto Siburian dalam keterangannya dihadapan puluhan warga masyarakat yang menggeruduk kantor PT.PLN ULP Kisaran mengatakan pemadaman arus listrik yang terjadi pada Kamis 09 Mei 2019 tersebut dikarenakan kami mengalami devisit pasokan arus sekitar 400 Mega Watt (MW), kurangnya pasokan arus tersebut dikarenakan adanya kerusaan pada komponen pembangkit, dan kerusakan tersebut tidak dapat kami prediksikan, ujarnya.Heryanto Siburian juga mengatakan akibat adanya kerusakan tersebut maka PLN melakukan pemadaman arus listrik secara bergantian di seluruh wilayah Sumatera Utara dan Aceh, dan pemadaman arus listrik pada Kamis 09 Mey 2019 malam dikarenakan kapal pembangkit yang berada di belawan kehilangan tegangan sebesar 2200 MW, dan untuk memulihkan tegangan tersebut dibutuhkan waktu selama kurang lebih 3 jam.Kedepan kami akan terus berupaya semaksimal mugkin untuk tidak terjadi lagi pemadaman , khususnya selama dalam bulan suci Ramadhan ini, pungkasnya.(Mtc/Ben)