Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dinkes Sumut Antisipasi Penyebaran Cacar Monyet

Dinkes Sumut Antisipasi Penyebaran Cacar Monyet

- Selasa, 14 Mei 2019 17:33 WIB
mtc/net
MATATELINGA, Medan: Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dr Yulia Maryani menyampaikan, pihaknya saat ini tengah mengantisipasi mewabahnya virus cacar monyet (monkeypox virus).  Dinkes Sumut saat ini telah menjalin kerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) khususnya di Bandara Kualanamu dan Pelabuhan Belawan. 

"Sampai sejauh ini, kita belum menerima surat edaran dari Kemenkes terkait virus monkeypox itu. Tapi disini kita sudah menjalin kerjasama dengan KKP di bandara," ungkapnya kepada Analisa, Selasa (14/5/2019).

Yulia menjelaskan, kerjasama ini dilakukan, karena KKP memiliki alat berupa thermoscaner atau alat untuk pengukur suhu tubuh. Bila penderitanya berjalan melewati alat itu, maka secara otomatis ia akan terdeteksi. 

"Sehingga petugas akan langsung memeriksanya secara klinis. Dan kalau memang benar, maka pasien akan langsung di rujuk ke Rumah Sakit Haji Adam Malik," jelasnya.

Akan tetapi sejauh ini, sambung Yulia, pihaknya sama sekali belum menemukan kasus cacar monyet itu masuk ke wilayah Sumut. Karenanya ia mengimbau kepada masyarakat, terutama yang hendak melakukan perjalanan ke Singapura, agar sedapat mungkin menjauhi sumber penyebarannya.

"Gunakan juga masker untuk pencegahannya. Namun yang terpenting adalah, bagaimana terus menjaga daya tahan tubuh tetap bugar," sebutnya. 

Yulia menerangkan, kasus monkeypox ini sempat marak terjadi pada tahun 2017 di Central African Republic, Democratic Republic of Congo, Liberia, Nigeria, Republic of Congo, dan Sierra 

Leone. Penularan penyakit ini berasal dari hewan ke manusia dengan bentuk mirip cacar pada manusia.

"Meskipun jauh lebih ringan daripada cacar, namun monkeyfox ini bisa berakibat fatal. Daerah endemisnya, terutama tersebar di bagian Afrika tengah dan barat, yang merupakan daerah hutan hujan tropis," terangnya.

Yulia menambahkan, dikarenakan monkeypox mirip sekali dengan penyakit ruam lain, seperti cacar, cacar air, campak, infeksi kulit akibat bakteri, kudis, sifilis, dan alergi terkait obat, monkeypox hanya dapat didiagnosis secara pasti di laboratorium khusus 

dengan sejumlah tes yang berbeda.

Karenanya sambung dia, untuk pencegahannya, upayakan menghindari kontak dengan tikus dan primata terinfeksi serta membatasi paparan langsung terhadap darah dan daging yang tidak dimasak dengan baik.

"Selain itu batasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi harus dihindari. Memakai sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya saat menangani hewan yang terinfeksi dan ketika merawat orang yang sakit, dan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya. (mtc)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Berita Sumut

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Berita Sumut

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui