MATATELINGA, Medan: Sebanyak 7.760 orang personil Polri di Sumut dikerahkan untuk mengamankan libur Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah. Ribuan personil Polri ini akan disebar di seluruh wilayah di Sumatera Utara.Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa dalam pengaman tersebut nantinya akan dilakukan bersama keamanan lainnya seperti TNI, Satpol-PP, Pramuka dan lainnya. "Jumlah personel yang dikerahkan ini tersebar diseluruh jajaran. Selain itu beberapa instansi terkait juga akan ikut membantu, seperti TNI, Satpol-PP, Pemadam kebakaran, SAR, serta pramuka juga akan turut didalamnya," katanya, Senin (27/5).Tatan juga menjelaskan bahwa untuk arus mudik dan arus balik lebaran nanti, dari data yang dihimpun kepolisian, titik rawan kemacetan diperkirakan umumnya akan terjadi di Kota Binjai, Medan dan juga Pelabuhan Belawan. Seperti di Binjai papar dia, ada 3 lokasi, Pelabuhan Belawan ada 5 lokasi dan di Kota Medan ada 17 Lokasi."Namun total lokasi kerawanan macet untuk di wilayah Sumut ada ada 74 lokasi," jelasnya.Sedangkan untuk titik-titik pasar tumpah, terdata ada sebanyak 103 lokasi yang tersebar di seluruh provinsi Sumut. Begitu pula untuk masjid dengan kapasitas 400-1.000 orang jamaah, terdata ada sebanyak 2.199 lokasi."Sehingga hal ini harus di antisipasi, mulai dari keamanan hingga potensi kemacetan yang mungkin dapat terjadi," ujar Tatan. Selain itu, Tatan menegaskan untuk aksi kriminalitas juga masih menjadi perhatian polisi khususnya di Kota Medan. Adapun gangguan keamanan yang berpotensi terjadi itu, diantaranya pencurian pemberatan (Curat), curanmor, kemudian narkoba."Untuk ukurannya se-Sumut adalah di Kota Medan. Karena apa yang terjadi di kewilayahan, hulunya itu tentu adalah Kota Medan," tegasnya. Sedangkan berdasarkan data intelijen yang dikumpulkan Polda Sumut ada beberapa poin yang menjadi perhatian, diantaranya aksi teror, bencana alam dan aksi unjuk rasa serta demo yang menjulur ke kerusuhan."Ini yang kita antisipasi agar nantinya tidak terjadi dan menganggu kenyamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri nantinya. Untuk itu kita minta semua pihak perlu mewaspadainya," imbaunya. "Kemudian kita ingatkan agar tidak slow respon terhadap ancaman teror dan penyebaran radikalisme di wilayah Sumut," pungkas Tatan. (mtc/fae)