Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sinyalir Ada Praktek Korupsi Dana Ramadan Fair 2019
Puluhan Massa Demo ke DPRD Medan

Sinyalir Ada Praktek Korupsi Dana Ramadan Fair 2019

- Senin, 27 Mei 2019 20:49 WIB
Matatelinga.com
MATATELINGA, Medan:  Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Mahasiswa Pemerhati Kota Medan melakukan aksi unjukrasa di depan kantor DPRD Medan, Senin (27/5/2019). Mereka, menuntut agar pengelola Ramadan Fair 2019 diperiksa karena disinyalir terjadi praktek korupsi APBD dalam penyelenggaraanya.     Para pegunjukrasa melakukan orasi yang menyatakan pada Rabu (8/5/2019) dilaksanakan pembukaan Ramadan Fair Kota Medan di Jalan Sisingamangaraja. Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin dalam kesempatan itu menegaskan stan-stan yang ada di Ramadan Fair tidak diperjualbelikan dan diberikan cuma-cuma kepada UMKM. Menurut pengunjukrasa, dalam pernyataannya yang ditandatangani Koordinator Aksi Wildan Lubis dan Koordinator Lapangan Ridwan Siregar, dalam penelusuran dan wawancara yang dilakukan pihaknya kepada beberapa pedagang UMKM yang berjualan pada acara tersebut, ternyata ada oknum di Pemko Medan yang melakukan praktek pungutan liar (Pungli) terhadap pedagang. Tujuannya untuk memudahkan urusan atau memenuhi kepentingan si pembayar pungutan. Selain itu, pengunjukrasa juga menduga adanya praktek korupsi anggaran Program Pengelolaan Keragaman Budaya Ramadhan Fair Tahun 2019 dari total anggaran Rp. 3,065 miliar dengan penjabaran, belanja makanan dan minuman kegiatan senilai Rp 165 juta, belanja pakaian kerja lapangan Rp. 100 juta dan penyelenggara kegiatan (EO) senilai Rp.2,8 miliar.

Disebutkan mereka, dengan anggaran sebesar itu harusnya semua pihek terutama masyarakat Kota Medan mendapatkan pelayanan yang maksimal dan tidak terkesan mubazir. Namun kenyataannya adalah sebaliknya. Masyarakat malah dibebani tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp. 5 ribu dan roda empat Rp.10 ribu. Tentu saja tarif parkir ini harusnya tidak perlu diadakan karena mengingat anggaran biaya untuk program acara Ramdhan Fair tahun ini sungguh sangat luar biasa besar. Yang sangat mengecewakan, ujar pengunjukrasa, disinyalir terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan karena adanya dugaan pungli pada acara tersebut. Untuk itu pengunjukrasa meminta agar Kadis Kebudayaan Kota Medan dan penyelenggara kegiatan (EO) Ramadan Fair tahun 2019 ditangkap karena diduga melakukan praktek korupsi dana APBD Program Pengelolaan Keragaman Budaya Ramadhan Fair tahun 2019 dan dugaan adanya Pungli terhadap para pedagang UMKM. Pengunjukrasa juga minta agar dilakukan audit dana Program Pengelolaan Keragaman Budaya Ramadhan Fair tahun 2019.

Selain itu, diminta agar pelaksanaan Ramadan Fair tahun 2019 dievaluasi  dan meminta Wali Kota Medan mencopot Kadis Kebudayaan Kota Medan.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita Sumut

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut