MATATELINGA, Banda Aceh: Sepanjang 10 centimeter di Pantai Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, terlihat ribuan ikan kecil sejenis teri (Engraulidae) terdampar dan sempat menjadi perhatian warga.Kasubsi Pengawasan Data dan Informasi, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KKP Silvia Wijaya di Banda Aceh, Kamis (30/5/2019) mengatakan, "Ikan sejenis teri yang terdampar di pantai Gampong Jawa Rabu (29/5/2019) kemarin, mengalami kemerahan di bagian kepala dan diduga akibat kena jaring nelayan.Dari hasil penelitian Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KKP, ikan itu aman untuk dikonsumsi dan tidak terdapat adanya penyakit pada ikan tersebut."Ikannya masih segar dan bagus serta sangat layak untuk dikonsumsi. Kemudian, kualitas air dan suhu juga tidak ada perubahan," sebutnya.Lebih lanjut dikatakannya, ia mengaku prihatin menyaksikan banyaknya ikan sejenis teri dibuang begitu saja oleh nelayan setempat di bibir Pantai Gampong Jawa, Kutaraja, Banda Aceh. Padahal, ikan tersebut masih sangat layak untuk dikonsumsi."Semua jenis ikan kandungan protein itu sangat tinggi dan kita berharap hal serupa tidak lagi terulang," harap Kasubsi Pengawasan Data dan Informasi, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, KKP RI.Ridwan, warga Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh menyatakan, ikan itu sudah mati dan terdampar di sepanjang Pantai Gampong Jawa, Kutaraja, Kota Banda Aceh, pada Rabu Sore."Katanya, ikan ini kena pukat/jaring nelayan lokal, nelayan pukat sering tidak mengambil ikan seperti ini dan ditelantarkan begitu saja," kata Ridwan, di lokasi ikan terdampar.Menurutnya, ikan kecil sejenis teri ini tergolong jenis ikan yang kurang diminati dan bahkan masyarakat enggan membelinya karena dagingnya sangat kecil."Ikan ini dagingnya kecil, biasanya dijemur untuk ikan asing," sebutnya warga pesisir.