MATATELINGA, Tobasa: Banyak penanganan yang salah jika seseorang menjadi korban gigitan anjing. Ada yang langsung membunuh atau memusnahkan binatang tersebut hingga pihak medis kebingunan untuk melakukan penanganan yang tepat pada korban gigitan anjing tersebut. Padahal, anjing yang menggigit tersebut belum tentu terkena penyakit rabies. Banyak faktor yang membuat anjing tersebut terpaksa menggigit manusia. Ada induk anjing yang lagi beranak merasa tergangggu dengan keberadaan manusia disekitar kandang anaknya. Atau adapula yang seseorang yang dengan sengaja mengganggu anjing tersebut hingga menggigit. Padahal binatang piaraan ini yang tergolong jinak hingga bisa serumah dengan manusia.Kepala dinas kesehatan Kabupaten Toba Samosir dr. Juliwan Hutapea saat melakukan temu pers di Pendopo rumah dinas bupati pada Jumat, 31/5/19 mengatakan jika penanganan gigitan anjing perlu diperhatikan."Jika ada seseorang digigit anjing, tolong anjingnya jangan dibunuh. Biarkan dia hidup untuk dilakukan observasi selama 7-14 hari" ungkap beliau.Bekas gigitan anjing harus dicuci bersih dengan menggunankan sabun agar racun yang ada pada lliur anjing bisa dilemahkan.Lakukan pertolongan dengan membawa korban keklinik atau bidan terdekat agar bisa ditangani.Beritahu ciri-ciri binatang anjing yang menggigit kepada petugas medis. Biarkan anjing yang menggigit tersebut hidup dan awasi gerak gerik anjing tersebut. Anjing yang terkena penyakit rabies akan mati jika terkena rabies hanya dengan hitungan hari.Namun anjing yang menggigit dan masih hidup dan berperilaku normal kemungkinan tidak terjangkit penyakit rabies. (mtc/pintor)