MATATELINGA, Medan: Pasca diturunkan ke level III atau siaga, Gunung Sinabung berkali-kali erupsi. Teranyar pada hari Minggu (9/6/2019) gunung yang sebelumnya berstatus awas itu erupsi dan menyemburkan abu setinggi 7000 meter. Meski demikian, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menahan status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada level III siaga.Kepala PVMBG, Kasbani mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih menahan status gunung api tersebut karena dampak erupsi yang ditimbulkan tidak terlalu besar. "Kami akan melihat, apakah ada potensi dampak yang besar atau tidak," katanya, Senin (10/6).Menurut dia, gunung api tersebut terus dipantau intensif oleh petugas di lapangan. Jika melihat ada potensi ancaman yang lebih besar, pihaknya akan segera menaikkan ke level awas atau level IV. "Jika sampai ke level ini, maka bisa diartikan bahwa gunung ini akan segera meletus dalam waktu dekat dan menimbulkan bencana besar. Sementara Sinabung belum berpotensi ke sana," jelasnya.Begitupun, kata dia, meski masih berstatus level siaga, pihaknya telah mengingatkan masyarakat untuk menjauhi dan mengosongkan zona merah yang telah ditetapkan. "Karena sampai saat ini aktivitas gunung itu masih terus terjadi. Sama halnya dengan Gunung Agung di Bali dan beberapa gunung lainnya," jelas Kasbani.Terkait hubungan Sinabung dengan Gunung Agung yang dalam beberapa tahun terakhir "kompak" erupsi, dia mengatakan itu terjadi hanya kebetulan. Tidak ada hubungan langsung antara dapur magma kedua gunung ini.Sebagai catatan, Gunung Agung di Bali juga mengalami peningkatan aktivitas pada Minggu siang kemarin. PVMBG melaporkan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau 4.142 meter di atas permukaan laut. Sementara Gunung Sinabung mengalami erupsi pada sorenya dengan ketinggian kolom abu mencapai 7 km."Sebenarnya bukan dua gunung ini saja yang mengalami kenaikan aktivitas. Ada juga beberapa gunung, salah satunya Gunung Merapi," ungkapnya. (mtc/amr)