MATATELINGA, Asahan: Dua resedivis kebali beraksi dan meresahkan warga masyarakat akhirnya di hadiahi dua timah panas terhadap masing masing tersangka pada bagian kakinya, dua tersangka pelaku curanmor tersebut merupakan warga Asahan diantaranya Sup ,43, warga dusun IX desa meranti kecamatan Meranti Asahan dan Sus alias Wandi ,33, warga Aek Loba Pekan Kecamatan Aek Kuasan Asahan, dapat di bekuk dan lumpuhkan tim gabungan Sat.reskrim Polres Asahan dan Subdit III jatanras Polda Sumatera Utara, Kamis (13/6/2019).Keterangan Kapolres Asahan AKBP Faisal Florentinus napitupulu ,SIK.MH kepada awak media membenarkan adanya penangkapan terhadap tiga orang tersangka curanmor dua diantaranya telah dilakuan tindakan tegas dan terukur saat penangkapan , ujarnya.Lebih lanjut AKBP Faisal F.Napitupulu mengatakan gerombolan pelaku kejahatan ini sudah enam kali telah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor roda dua dari berbagai lokasi di kabupaten Asahan dan batu bara , aksi kejahatan yang dilakukan pelaku tersebut sudah sejak tahun 2017 lalu.AKBP.Faisal juga mengatakan bahwa salah satu pelaku Wandi merupakan residivis yang sudah keluar masuk Lembaga Permasyarakatan dalam kasus yang sama, sementara terhadap satu tersangka lagi juga sudah sebanyak tiga kali menjalani hukuman dan masuk penjara.Terhadap kedua tersangka yang telah dilakukan tindakan tegas dan terukur juga sudah diberikan perawatan medis di RSUD.HAMS Kisaran , dan untuk satu tersangka lagi yang saat di bekuk tidak melakukan perlawanan adalah Yuni ,34, warga yang menempati Rusunawa Sei Renggas Kisaran barat Asahan juga sudah diamankan di MapolresAsahan, sementara terhadap barang bukti kendaraan bermotor roda dua hasil kejahatan yang dilakukan tersangka juga sudah diamankan di Sat.Reskrim Polres Asahan, ungkapnya.Secara terpisah pelaku Wandi dalam perbincangannya mengatakan bahwasanya dirinya melakukan aksi kejahatan ini dikarenakan diajak oleh rekannya Sup , dan dia (wandi) juga mengaku kegiatan sehari hari mengaku sebagai tukang potong ayam, pungkasnya sambil menahan sakit kedua kakinya (ben)