MATATELINGA, Tobasa: Seniman Indonesia, Djaduk Ferianto berharap agar pergelaran Toba Caldera World Music Festival akan menjadi agenda tahunan. Bahkan dia berharap festival ini harus bertahan hingga sepuluh tahun lebih.Hal ini disampaikan Djaduk usai menjadi pembicara dalam workshop di pergelaran Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2019 di Bukit Singgolom, Desa Lintong Ni Huta Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobasa, Sabtu (15/6/2019). Dalam festival bergengsi ini, Djaduk dan grupnya juga akan tampil menunjukan kebolehannya.Pendiri kelompok Musik Kreatif Wathathitha ini menilai kegiatan TCWMF ini merupakan salah satu usaha untuk mengeksplore musik tradisional Indonesia untuk dikabarkan tidak hanya di Indonesia namun juga dunia."Dan Indonesia saat ini hanya mempunyai satu festival karena world musiknya tinggal disini. Karena di Bandung sudah kemarin dua tahun yang lalu bikin Matasora gak jalan. Mudah-mudahan kemarin pak Bupati (Tobasa) waktu saya banyak ngobrol dengan pak bupati juga tahun depan mungkin akan lebih serius lagi lebih gede lagi dan akan mengundang musisi tidak hanya dari Indonesia," bebernya.Terlebih lagi lanjut adik dari Butet Kertadjasa ini, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak musik tradisional. Sehingga kegiatan seperti ini juga bisa mendongkrak pariwisata setempat."Maka saya pun berharap kalo pun ada kekurangan, justru kekurangan itu lah yang menjadi cambuk kita untuk belajar lebih baik lagi," sebut pria yang bernama lengkap Gregorius Djaduk Ferianto itu."Saya berharap tidak berhenti tahun ini aja, semoga tahun depan bisa bertahan sampai lebih dari sepuluh tahun," tukasnya. (mtc/fae)