MATATELINGA, Medan: Sebanyak 30 orang tewas akibat kebakaran di pabrik mancis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6). Lima diantaranya dikabarkan merupakan anak dari para pekerja di home industri tersebut.Berdasarkan surat dari pihak Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat yang beredar di media sosial, kelima anak itu masing-masing, Pinja dan Sasa anak dari Yunita Sari, warga Sambirejo Gang Mirat; Juna dan Bisma anak dari Desi , warga Sambirejo dan Sifah anak dari Fitri warga Sambirejo.Namun dalam surat edaran itu tidak disebutkan usia kelima anak tersebut. Pasalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat memang menyatakan jumlah korban meninggal berjumlah 30 orang, tiga diantaranya anak-anak. "Setelah anggota kita turun semua diteliti semua ternyata 30 orang. Rinciannya 3 anak-anak, selebihnya orang dewasa," kata Kepala BPBD Langkat, Irwan Syahri.Para korban umumnya perempuan dan merupakan pekerja di home industry pembuatan mancis atau korek gas itu. Selain itu terdapat beberapa anak-anak yang juga jadi korban karena ikut ibu mereka bekerja.Sementara Sofyan, menjadi salah satu yang terlihat sangat terpukul. Pria ini tak bisa menyembunyikan raut kesedihan di wajahnya. Dia harus ditinggalkan sang istri dan seorang putri kesayangannya. Keduanya tewas terpanggang di dalam pabrik. "Saya tadi pas ada acara. Jadi pas mau istirahat teman telepon. Nanyai istri saya udah pulang atau belum. Saya bilang belum. Rupanya kawan saya bilang pabriknya terbakar," kata Sofyan. Sofyan langsung bergegas. Dia berhasil menerobos ke areal kebakaran. Namun yang dia saksikan adalah tumpukan jenazah di dalam ruangan. Dia juga melihat jenazah Yuli Fitriana istrinya beserta anaknya Syifa."Anak saya kelas V SD. Dia pulang ke sekolah tadi langsung ke pabrik. Karena gak ada orang di rumah," ujar Sofyan sakbil berlinang air mata. "Istri udah tiga tahun kerja di sana," kata dia sambil berlalu masuk ke dalam RS Bhayangkara. (mtc/fae)