Matatelinga - Medan, Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbunan sampah, jenis dan keberagaman karakteristik sampah . disamping itu meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonom juga telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitats dan kualitas samapah yang dihasilkan.
Plt Walikota Medan Drs H.T.Dzulmi Eldin Msi, diwakili staf ahli bidang hokum H Mara Husin SH meyampaikan hal itu ketika membuka diklat pengolahan persampahan dilingkungan Pemerintah Kota Medan di Hotel Inna Darma jalan Balaikota Medan, Senin (24/3/201*).
Untuk itu Penanggulangan sampah di Kota Medan merupakan komitmen Pemerintah Kota Merdan dalam mewujudkan kota yang asri dan bersih, kita semua sadar bahwa tempat tinggal yang layak harus didukung dengan kebersihan lingkungan, hal ini akan memberikan kontribusi dalam pembangunan kota medan yang berkelanjutan.” Kita semua tentunya tidak ingin kota Medan yang kita cintai ini menjadi kota yang terkenal dengan penumpukan sampah dan tidak sehat “ kata Mara Husin .
Dikatakanya penumpukan sampah selain berdampak bagi kesehatan juga akanmerusak keindahan dan keasrian kota, myang akan berpengaruh pada pencitraan dibidang pariwisata.
“Karena itulah saya berharap agar seluruh peserta diklat dapat mengikuti semua materi yang disampaikan dengan sungguh-sungguh, karenja kota Medan sebagai salah satu kota Metropolitan memiliki permasalahan samapah yang sangat komplek dan mendesak untuk dipecahkan”, ungkapnya.
Apalagi kata Mara Husin Pemerinta Kota Medan pada tahun 2012 telah meresmikan bank sampah , diharapkan bank sampah ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah . Partisipasi masyarakat merupakan aspek yang terpenting untuk diperhatikan dalam system pengelolaan sampah secara terpadu. Harus diakui, bahwa persoalan sampah terutama terletak pada persepsi dan perilaku masyarakat yang salah tentang sampah.
Sebelum mengakihiri sambutannya ,tak lupa Mara Husin mengingatkan agar seluruh jajaran aparatur p-emerintah Kota Medan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat termasuk pelayanan dalam persampahan, mulai dari Dinas kebersihan, Tenaga Pendidik, Pengelola Pasar Tradisional, camat, Lurah sampai Kepela Lingkungan saling bekerjasama dalam menangani sampah. “Yakin bahwa kita mau mewariskan dunia yang sehat kepada anak cucu kita,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Kantor Diklat Kota Medan Fakhruddin SH selaku ketua panitia penyelenggara Diklat persampahan mengatakan tujuan dilaksanakan diklat ini adalah untuk m,enibngkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap aparatur yang menangani pengelolaan persampahan sehingga berimplikasi pada pengembangan Kota yang didukung dengan pengelolaan sanitasi yang baik dan bersih.
Diklat Pengeloaan Persampahan Perkotaan di lingkungan Kota Medan tahun 2014 dilaksanakan selama 6 (enam ) hari kerja, dari tanggal 24 maret 2014 s/d 1 april 2014 diikuti 60 oran peserta berasal dari dinas Kebersihan, Pertamanan, PD Pasar, mBadan Lingkungan Hidup,Puskesmas, Lurah dan Kepala sekolah, dengan tenaga pengajar dari Kementrian Lingkungan Hidup, Badan Diklat Kemendagri, USU serta badan Diklat Pemprovsu
(Hendra/Mt-01)