MATATELINGA, Pematang Siantar: Kondisi Air PDAM Tirtauli Siantar sangat memprihatinkan. Pasalnya warga yang membayar tagihan yang terbilang cukup mahal setiap bulannya namun Air PDAM sudah seminggu lebih mati di siang hari. Ini sebagaimana dialami salah seorang warga bernama Adlin Nasution."Kita heran mengapa bisa seperti itu pelayanan PDAM saat ini, padahal sebelumnya air tak pernah mati, dan kita tau Dirut belum lama tapi tolong tunjukkan kinerjanya yang lebih. bukan malah semakin bobrok,"ucapnya kepada matatelinga.com, Rabu (10/7/2019).Apabila Dirut PDAM Tirtauli lanjut Adlin, tidak mampu untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, maka perlu dievaluasi oleh Walikota Pematangsiantar atau mundur saja bila tak punya kemampuan untuk mengelola PDAM Tirtauli."Saya sudah seminggu selalu begadang karena airnya hidup pukul 22.00 wib hingga pukul 04.00 wib pagi saja. Padahal kita waktu siang hari harus bekerja. Lantas kapan lagi kami istrihatnya," keluh ayah satu anak ini. Adlin berharap agar Dirut PDAM Tirtauli segera bisa mengatasi persoalan Air yang sangat urgent. agar warga tidak repot, bisa istirahat dan kerja tidak terganggu. [adx]Senada juga disampaikan Widya warga sekitar Perum BTN Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari Pematangsiantar. Dia sangat berharap agar PDAM segera menghidupkan Air mereka karena sudah begadang seminggu ini. " kita menunggu air hidup dulu baru bisa beraktifitas, warga juga sudah membayar air begitu mahal. untuk itu kita minta kepada dirut PDAM Tirtauli agar segera mengatasi keluhan kami, jangan kami saat telat bayar langsung dikasih teguran untuk pemutusan." bebernya. Sementara Humas PDAM Tirtauli Rosliana Sitanggang ketika dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan akan segera meninjau apa penyebab tidak mengalirnya air di sekitar perum BTN dan sekitarnya, "kemudian pegawai turun kelapangan karena kita punya tim dan bagian teknislah nanti menjawab apa permasalahan dilapangan,"sebutnya.Lebih lanjut dirinya menjelaskan penyebab Air PDAM itu mandek karena curah hujan sedikit sehingga berkurang debit air. Soal ditanya apakah PDAM akan menambah debit air supaya bisa mengantisipasi air tidak hidup, dirinya menjawab belum ada pembicaraan soal tambahan debit air karena biaya peningakatan cukup mahal. "Kami baru mampu mengantisipasi dengan menggunakan mobil tangki yang disalurkan kepada warga. Dia juga menjelaskan jumlah pelanggan air di kota Siantar ada 67.114 pelanggan,"tukasnya. (mtc/ Boang )