MATATELINGA, Belawan: Lebih kurang 2 tahun PT PLN Pembangkit Listrik di Kelurahan Pulau Sinang Kecamatan Medan Belawan hanya memberikan janji - janji kepada warga yang rumahnya retak retak akibat yang ditimbulkan getaran mesin PLN.[adx]Keterangan warga Lingkungan lX, bernama Anwar pada Matatelinga.com, bahwa rumahnya dan warga yang mengalami retak dibahagian dindingnya sebanyak 480 unit rumah milik nelayan. Retaknya dinding tembok tersebut sejak bulan Agustus 2017 yang lalu akibat dari getaran mesin PLN.Ditahun 2017 yang warga di Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan ini kami telah melaporkan ke PT PLN Medan, pihak PT PLN waktu itu berjanji akan melihat langsung ratusan rumah warga yang mengalami retak retak tersebut, tetapi janji PT PLN itu hanya janji tinggal janji saja hingga sekarang ini janjinya tidak ditepatinya maka kami resah, sebutnya.Adapun rumah retak retak sebanyak ratusan unit kepala keluarga yang terkena getaran mesin PLN tersebut diantaranya dari Lingkungan 11 Kepla Lingkunganya Jonson Lumban Siantar,Lingkuan lll Kepala Lingkungannya Ikrah, Lingkungan IX Kepala Lingkuannya Ustad Hatta,Lingkungan V Kepala Lingkungannya Yusuf, Lingkuan 8 Kepala Lingkungannya Rudi Hutagalung dan Lingkungan 13 Kepala Lingkunganya J Aritonang.[adx]Sementara itu Lurah Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan, Zulkipli membenarkan dan telah menerima laporan dari warganya yang rumahnya retak retak akibat getaran mesin PLN.Menurut Zulkipli, Kejadian tersebut sudah cukup lama dan waktu itu saya belum menjadi Lurah disini.Camat Medan Belawan, Ahmad SP saat dikonpirmasi wartawan ini dikantornya mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari Lurah Sicanang Belawan bahwa ada sebanyak 480 unit rumah yang retak retak temboknya terdampak getaran mesin PLN Belawan.Ahmad SP berharap kepada PLN Sumatera Utara untuk segera menindak lanjuti laporan warga tersebut.Jangan sampai nantinya warga itu mendatangi kantor PLN Medan secara beramai ramai.