MATATELINGA : Kawasan wisata Danau Siais yang ada di Desa Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan belum dikelola dengan maksimal oleh Pemerintah setempat. Padahal, kawasan ini sangat menjanjikan jika ditata dengan baik dan bisa menjadi sumber PAD bagi pemerintah dan menambah income bagi masyarakat sekitar. [adx]Pesona Danau Siais yang merupakan danau terbesar kedua di Sumut setelah Danau Toba masih alami dan belum ada sentuhan investor untuk membangun sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Tempat makan yang ada di sepanjang pinggiran danau ini masih didominasi masyarakat setempat.Menurut salah seorang penikmat wisata yang melintasi kawasan Danau Siais, Sugianto Makmur bahwa kawasan wisata ini sangat berpotensi memberikan income bagi masyarakat sekitar. Apalagi jika dikelola dengan maksimal.[adx]Dengan luas 4.500 hektar, di tengah danau ini ada banyak pulau-pulau kecil yang merupakan tumpukan tumbuhan air. Masyarakat sekitar banyak juga yang mencari ikan di danau ini, beberapa diantaranya memasang keramba jaring apung dan memelihara ikan mujahir, nila serta ikan mas.Menikmati pesona wisata Danau Siais, tidak akan memberikan kenangan apa-apa ketika fasilitas pendukung yang ada di sana tidak memberikan kepuasan kepada pengunjung. Danau ini boleh dikatakan sangat layak menjadi destinasi wisata yang menjanjikan, hanya saja pemerintah setempat belum menata kawasan ini sedemikian rupa. Perlu sentuhan tangan-tangan profesional agar danau ini bisa menarik minat wisatawan.