MATATELINGA, Medan: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membeli satu ekor sapi dari peternakan Rustam warga Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Sapi jenis Brahman Peranakan Ongole (PO) akan disembelih di Masjid Agung selesai sholat Idul Adha 2019/1440 H, Minggu (11/8/2019).[adx]Kepala Keamanan Hewan Kurban di Mesjid Agung, Serda Nur Wahyudi pada Wartawan Sabutu (10/8/2019) mengatakan, sapi milik Joko Widodo adalah hewan kurban terbesar di Masjid Agung tahun ini. Sapi itu dibawa menggunakan mobil colt diesel dan tiba di Masjid AgungpagiSampai di lokasi, sapi itu langsung dibawa masuk ke basement masjid untuk digabungkan dengan hewan kurban lainnya."Sapi Pak Jokowi termasuk paling besar yang akan disembelih di Masjid Agung, dengan total beratnya mencapai 1.020 kilogram," kata Nur Wahyudi.[adx]Sebelum diberangkatkan ke Masjid Agung yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro, Madras Hulu, Medan Polonia, sapi tersebut dilakukan uji pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan dan Peternakan setempat. Hasilnya, sapi yang di beli Joko Widodo dinyatakan sehat dan layak untuk dikurban. Tak cuma cek kesehatan itu, sapi itu juga dilengkapi dengan surat-suratnya."Dokter juga ikut pada saat mengantar tadi," ujarnya lagi."Sapi ini dari pak Presiden Jokowi sendiri, tapi yang menyerahkan perwakilan dari Sekretaris Kepresidenan. Dan ini kali pertama di Masjid Agung," sebutnya.[adx]Sapi Joko Widodo akan disembelih bersamaan dengan hewan kurban dari Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, H. Anif, Ketua panitia Dodi, Bank Sumut dan Kedinasan Pemprov Sumut, usai sholat Idul Adha. Seluruh hewan kurban disembelih oleh tenaga ahli dari rumah potong hewan.Nantinya, daging 39 sapi dan hewan kurban lainnya akan dibagikan keempat ribu lebih orang yang berhak menerimanya."Sapi dari pak gubernur beratnya sekitar 900 kilogram. Beliau setiap tahun berkurban, mulai menjabat Pangdam sampai sekarang ini," jelas Babinsa Kelurahan Madras Hulu yang sejak 2015 menjadi kepala keamanan hewan kurban di Masjid Agung.