MATATELINGA, Medan: Kantor manajemen Gojek Medan di Komplek CBD Polonia, didatangi patusan pengemudi ojek online (ojol) Gojek di Medan, Selasa (13/8/2019). Kedatangan mereka, menuntut manajemen segera membenahi sistem aplikasi Gojek yang dinilai makin memberatkan kerja driver.[adx]Salah satu driver ojol Gojek bernama Ardi di Medan mengaku, dalam enam bulan terakhir dia mengeluhkan orderan yang masuk sangat minim. Bahkan, dalam sehari sulit untuk mencapai 10 orderan. "Enggak tahu kenapa orderan sepi, sudah terjadi 6 bulan terakhir. Untuk mencapai target 10 poin saja sangat sulit. Padahal, biasanya kalau keluar pagi dan sore target 10 poin dapat tercapai," sebutnya.
Baca Juga: 10 Nama Agus yang Lahir 17 Agustus Gratis Makan Ayam Bakar di O'chicken MedanOleh karena itu, mau tidak mau harus bekerja dari pagi hingga dini hari sebutnya. Namun, hasil yang diperoleh hanya untuk bisa membawa pulang uang minimal Rp50 ribu. "Saya harus berkeliling ke lokasi-lokasi yang cukup jauh untuk mencari calon penumpang. Kalau tidak begitu, mana dapat target 10 poin," akunya.Terpisah, Koordinator Gojek Daerah Medan (Godam), Agam Zubir menyatakan, sepinya order ini dicurigai karena manajemen Gojek menerapkan sistem prioritas dalam memperlakukan driver. Artinya, ada driver yang diprioritaskan, cetusnya.[adx]Selain itu, pihaknya juga menuntut pimpinan Gojek Medan, Aditya untuk mundur dari jabatannya. Sebab, banyak masalah yang terjadi tetapi tak kunjung terselesaikan. "Aditya harus mundur, itu harga mati," tegasnya.Setelah beberapa lama berorasi, Aditya akhirnya mau menemui massa. Ketika menanggapi tuntutan massa, Aditya berjanji akan memperbaiki sistem yang ada. "Kami minta waktu tiga hari untuk membenahi sistem," sebutnya.Usai menyampaikan tanggapan, Aditya kemudian kembali masuk ke dalam kantor manajemen. Namun, massa masih merasa tidak puas sehingga tetap bertahan. Massa meminta apa yang disampaikan dan dijanjikan Aditya ditulis di kertas dengan ditempel materai. Akan tetapi, tuntutan massa tidak dipenuhi dengan alasan tidak memiliki kewenangan.Massa pun kecewa dan sempat memaksa bertahan. Namun, secara berangsur-angsur massa yang kecewa akhirnya memilih membubarkan diri dan menunggu tiga hari sesuai yang dijanjikan.