MATATELINGA, Medan: Video seorang siswa pelajar SMK di Medan mengamuk lantaran tidak terima ditilang viral di media sosial. Kejadia itu terjadi di Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Medan Kota. Pelajar itu melampiaskan kemarahanya dengan menghalangi mobil polisi yang lewat di jalan raya . Dalam video berdurasi 3 menit tiga detik itu remaja itu tampak marah, dan menyebut polisi tidak menjalankan sila ke lima yakni 'keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia'." Dimana keadilan bagi saya'' teriaknya.[adx]Emosi anak muda itu kian menuncak saat melihat polisi membiarkan seorang pengendara lewat tanpa menggunakan helm namun tidak ditilang , lantaran petugas kepolisian fokus meladeninya "Kenapa tidak ada keadilan bagi saya, kenapa tidak ada. Ini tidak pakai helm, kenapa tidak ditilang . Tidak ada keadilan bagi saya," ujarnya lagi. . Aksinya akhirnya reda, setelah beberapa warga menenangkanya, dia pun dibawa ke pinggir jalan. [adx]Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvaleni saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa penilangan itu. Revi menerangkan peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/8), saat itu pelajar tersebut marah karena tidak terima ditilang."Kemarin sore, anak ini nangis karena dilakukan tindakan penilangan, lalu tidak bisa menunjukka SIM dan STNK. Lalu dia tidak terima ditilang, karena menurut dia plang (razia) terlalu dekat, terus sebagian orang yang dia lihat tidak ditilang," ujar Revi Nurvaleni, Rabu (14/8).[adx]Namun kata Revi usai meluapkan kemarahan, siswa itu tersebut sadar akan kesalahanya dan telah meminta maaf dan mengakui perbuatanya kepada polisi pada Rabu (14/8) malam. "Sudah minta maaf kepada institusi kepolsian dan mengaku salah. Sudah minta maaf , dia datang bersama orang tua dan wali kelas, hari ini,''tutup Revi. (mtc/fae)