MATATELINGA, Belawan: Petugas TNI dengan menggunakan Kapal patroli TNI AL KRI Teluk Sibolga- 536 milik Lantamal l Belawan, saat berpatroli rutin diperairan Belawan menangkap 2 kapal ikan menggunakan jaring Trawl tanpa izin Pemerintah Republik Indonesia.[adx]Untuk pengusutan kedua kapal ikan yang menggunakan pukat trawl yang telah dilarang oleh Pemerintah RI dengan Permen 71melalui KKP itu kini ditambat didermaga TNI AL Labtamal l Belawan.Kedua kapal ikan tersebut masing masing yang menggunakan jaring trawl yang telah dilarang Pemerintah Republik Indonesia kini ditambat didermaga Lamtamal l Belawan untuk pengusutan.Antara lain KM Putra Silaban 06.GT.30 No.1673/SSD dengan ABK (Anak Buah Kapal) 9 orang bersama tekongnya,FH ,40, warga Pasar IV Timur Medan Marelan Kota Medan asal gudang PT Wira Sakti Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan (PPSB)dan pemilik kapal Gomgom Hadibuan.[adx]KM Super Nusantara GT.29 No.1154/PPA dengan ABK sebanyak 11 orang bersama tekongnya,Is ,45, warga Jalan Taska Ujung Kelurahan Titipan Kecamatan Medan Kota Medan dan pemilik kapal AS, berpangkalan digudang TPI PPSB Gabion.Kedua kapal menggunakan jaring Trawl tersebut saat ditangkap kspal patroli KRI Teluk Sibolga, Kedua kapal tersebut diduga sedang menangkap ikan menggunakan jaring Trawl.Dari kedua kapal ikan ini petugas TNI AL menyita 2 kapal ikan berisikan alat tangkapnya 2 set jaring Trawl,alat alat Navigasi dan sejumlah ikan campuran hasil tangkapan kedua kapal tersebut.Kadispen TNI AL Lantamal l Belawan, Mega saat dihubungi mengatakan belum menerima laporan dari Komandan Kapal KRI Teluk Sibolga-536.[adx]Sementara itu para nelayan Tradisionil Belawan, Azhar Ong ,56, mengaku kami sebagai nelayan Tradisionil merasa gembira dan senang atas ditangkapnya 2 unit kapal ikan menggunakan jaring Trowl yang telah dilarang tersebut.Kami berharap kepada Komandan Lantamal l TNI AL Belawan jangan melepaskan kedua kapal tangkapan tersebutdan harus diusut hingga tuntas.Selama ini kami merasa kecewa karena kapal pukat Trowl tersebut bebas beroprasi hingga kepinggir sehingga pendapatan kami sebagai nelayan kecil berkurang dratis.