MATATELINGA, Palas: Sebanyak 5orang santri yang berada di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ilmi di Kabupaten Padang Lawas (Palas) tersambar petir. Dua diantaranya meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (24/8) di Daerah Saba Lombang. Desa Batu Gajah, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas. Saat itu, sebanyak 30 orang santri dari Ponpes tersebut didampingi seorang guru pergi mengambil bambu ke daerah Saba Lombang, Desa Batu Gajah. Lalu, sekitar pukul 15.40 WIB turun hujan gerimis disertai angin kencang dan petir.[adx]"Kemudian sebagian para santri mencari tempat teduh ke gubuk dan di bawah pohon kelapa sawit, sedang 5 orang lainnya tetap berada di sekitar pohon bambu. Tiba-tiba datang petir dan menyambar kelima orang yang sedang berada di sekitar pohon bambu hingga terpental dan mengalami luka bakar," kata Kasubbid Penmas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan , Senin (27/8).Korban yang terkena sambaran petir tersebut, kemudian selanjutnya kelima korban di bawa ke RSUD Sibuhuan. "Dan saat di RSUD itu, dua orang korban meninggl Dunia. Selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan di desa masing-masing," jelas MP. Nainggolan. Nainggolan menuturkan bahwa kedua santri yang meninggal dunia tersebut adalah Reskya Lubis (14) warga Desa Panarian, Kecamatan Barumun Selatan, Palas dan Ikan Pertiwi (14) warga Desa Sayurmahincat, Kecamatan Barumun Selatan, Palas.[adx]"Keduanya santri kelas VIII Ponpes Dari Ilmi," tuturnya. Sementara tiga yang mengalami luka bakar dalam peristiwa tersebut adalah Mudah Hasibuan (14) warga Desa Hapung, Kecamatan Sosa, Palas, Dia Permata Hati (14) dan Hotmadani warga Desa Sayurmahincat, Kecamatan Barumun Selatan, Palas."Korban yang selamat dalam peristiwa tersebut masih terus mendapat perawatan di RSUD Sibuhuan. Dimana, korban yang selamat mengalami luka pada kaki dan tangan akibat sambaran petir tersebut," pungkas Nainggolan. (mtc)