Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Selamatkan Ekosisten Batangtoru, Walhi Sumut Ajak Seluruh Elemen Lakukan Penyelamatan

Selamatkan Ekosisten Batangtoru, Walhi Sumut Ajak Seluruh Elemen Lakukan Penyelamatan

- Jumat, 30 Agustus 2019 10:32 WIB
wikipedia
Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)
MATATELINGA, Medan : Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara (Sumut) mendesak langkah penyelamatan segera terhadap Ekosistem Batangtoru. Banyak potensi masalah yang mengitari hutan yang menjadi habitat binatang langka orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) tersebut.Ditemui di Medan, Direktur Walhi Sumut Dana Tarigan menyatakan, ada beragam jenis binatang dan tumbuhan langka yang hidup di Ekosistem Batangtoru. Kawasan itu mencakup lahan seluas 168.658 hektare (ha) yang terbagi dalam tiga daerah, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan TapanuliUtara.

[adx]

Kawasan ini, lanjut Dana Tarigan memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang penting sebagai daerah tangkapan air, serta untuk mencegah banjir, erosi maupun tanah longsor. Masalahnya, saat ini ada ancaman terhadap kelestarian ekosistem tersebut."Ada ancaman sekaligus tantangan, yakni minimnya data dan informasi potensi dan kendala di kawasan tersebut. Adanya aktivitas izin kontra karya pertambangan Agincourt Resources, lemahnya komunikasi dankoordinasi lintas sektor, serta hilangnya habitat satwa penting yang dilindungi," kata Tarigan kepada wartawan di Medan, Selasa (27/8/2019) kemarin.Ada juga ancaman dari hutan tanaman industri dengan luas mencapai 83.143 ha, serta ekspansi lahan perkebunan sawit yang mulai mengarah ke hutan Batangtoru yang saat seluas 113.464 ha, serta dampak ikutan dari rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air di kawasan.

[adx]

Dana Tarigan menambahkan, pengelolaan ekosistem Batangtoru haruslah berhati-hati, mengingat kawasan ini menjadi sumber air bagi pertanian, habitat satwa kunci yang hampir punah, serta wilayah kelola rakyat dan upaya pemenuhan bagi tradisi dan spiritualitas adat.Terkait dengan keberadaan satwa orangutan tapanuli yang diperkirakan tinggal 800 ekor lagi, Tarigan menyatakan hal itu merupakan salah satu potensi masalah yang harus diantisipasi. Kesalahanan dalam pengelolaan hutan itu bisa berimbas pada punahnya satwa langka tersebut.Untuk menyelamatkan kelestarian kawasan hutan Batangtotu ini, Walhi Sumut mengajak seluruh kalangan untuk bersama membantu penyelamatan ekosistem ini. Mereka pun mengkritisi keterlibatan duniapendidikan dan organisasi lingkungan yang terkesan mendukung percepatan perusakan bentang alam di kawasan hutan Batangtoru.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Berita Sumut

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Berita Sumut

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Berita Sumut

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui