MATATELINGA, Sei Rampah: Ada kejadian lucu usai personil Satres Narkoba Polres Sergai melakukan penangkapan pelaku narkoba di Dolok Masihul, Jumat (30/8). Kasatres Narkoba Polres Sergai AKP Martualesi Sitepu dan personilnya memergoki aksi seorang pemuda yang berpura-pura buta untuk mengemis.Martualesi menceritakan usai meringkus seorang pelaku narkoba, dia dan personilnya menyempatkan diri untuk sarapan di samping Kantor BRI Dolok Masihul. Tak lama datang dua orang peminta-minta, yakni seorang pemuda dan wanita yang diduga sebagai ibu pemuda tersebut.Si pemuda memakai handuk di bawah pecinya dan berlaku seperti seorang penyandang tuna netra.[adx]Kasat narkoba yang dikenal ramah ini, kemudian menawarkan kepada dua orang peminta-minta itu untuk sarapan bersama."Saya mohon maaf jangan tersinggung ya ibu, apa benar anak ibu ini buta," tanya Martualesi kepada ibu yang membawa pemuda itu."Iya pak namanya Fi'i (Syafie)," jawab wanita itu seraya mengatakan mengaku ia dan putranya dari yayasan Tunanetra di Sungai Sei Buluh.[adx]Kebetulan Martualesi mengenal pengurus yayasan tunanetra yang disebutkan wanita itu, ia kemudian melakukan sambungnya video call kepada pengurus disana, untuk memastikan."Apakah benar ada warga tunanetra disana atas nama Fi'i," tanya Martualesi kepada pengurus yayasan Tunanetra di Sungai Sei Buluh."Ada warga kita Fi'i, tapi bukan anak itu," jawab pengurus yayasan sesudah melihat wajah Fi'i saat video call.Setelah selesai sarapan, Martualesi meminta agar ibu dan anak ini jujur."Ibu, ini anaknya apa memang benar buta," tanya Martualesi lagi.[adx]Kemudian Martualesi memerintahkan anggotanya untuk membakar asap dari puntung rokok dan didekatkan ke wajah laki-laki yang mengaku buta itu."Laki-laki yang mengaku buta itu seperti kepedihan dan mata berair-air. Sudah bergerak-gerak matamu, ayok bukalah Hingga akhirnya terbuka matanya," ucap Martualesi tertawa kecil.Setelah membuka matanya, laki-laki pengemis itu bukan merasa bersalah. Ia malah seperti tidak senang kepada petugas kepolisian."Ini lihat mataku," tantangnya sambil menunjuk tangan ke arah matanya.[adx]Martualesi coba menasehati pengemis yang mengaku ibu dan anak itu. Agar tidak lagi mengulangi perbuatan mencari uang dengan cara menipu. "Jangan ulangu perbuatan seperti ini. Ini tidak bagus," ucap Martualesi."Iya pak, minta ampun kami pak. Tolong jangan di bawa ke kantor polisi," jawab wanita paruh bayu sembari memohon-mohon ampun agar jangan ditangkap.Martualesi pun akhirnya meminta keduanya pulang dan menegaskan agar keduanya tidak mengulangi hal serupa. Tak lupa, mantan Kapolsek di Medan ini pun memberikan keduanya ongkos pulang/"Ya sudah pulanglah jangan di ulangi. Enggak bagus perbuatan seperti ini, marah Tuhan," jelas Martualesi. (mtc/fae)