MATATELINGA, Sibolga: Seekor Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) dengan berat sekitar 100 kilogram berhasil dilepasliarkan Di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga Sumut Minggu (1/9). Sebelumya hewan langka itu terjaring dua orang nelayan dan sempat ingin dijual seharga RP 600 ribu.[adx]Nurdin Simatupang, salah seorang nelayan yang menemukan penyu, mengaku tak sengaja menjaring penyu raksasa itu saat mencari ikan di Pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga, pada Minggu (1/9) tepat pukul 06.00 pagi. Karena tidak mengetahui bahwa penyu ini hewan yang dilindungi, Nurdin bersama rekanya Mahmud Siregar lantas membawanya pulang dan sempat ingin menjualnya.Beruntung informasi itu diketahui, salah seorang anggota, Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), yang kemudian berkordinasi dengan pihak keamanan, lalu meminta Nurdin untuk tidak menjual penyu itu. "Begitu mendapatkan informasi, dari Tim Komantab bersama Polisi dan kemudian TNI Angkatan Laut melakukan penelusuran. Akhirnya ketemu kita bersama ke dua nelayan itu, dan penyunya saat itu sempat (berada) diatas bejak. Sudah sempat ditawar seseorang Rp 600 Ribu,'' ujar Co Koordinator Komantab Damai Mendrofa, Minggu (1/9/2019). Setelah diberi penjelasan, kata Damai, dua nelayan yang sebelumnya tidak paham, jadi sadar dan memilih melepaskan hewan langkah tersebut, tepat pukul 14.30 di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I. Pelepasan didampingi Babhinkamtibmas Kota Beringin Hadi Sitanggang dan Danposmat Gunung Kecamatan Tapian Nauli, Lambok Marbun.[adx]"Penyu diturunkan dari karung dengan diangkat 6 orang. Karung dan tali yang mengikat penyu diputus dan digiring menuju Laut. Dengan cepat, Penyu itu berenang dan kembali ke habitatnya,'' ujar Damai. Dengan peristiwa ini, Damai berharap pemerintah segera turun melakukan langkah preventif agar kejadiaan serupa tidak terulang. Menurutnya wilayah pesisir kabupaten bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, namun juga tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Sumut serta Balai Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut." Apalagi ini sudah masuk bulan bertelur hingga sampai ke awal tahun baru nanti, kita akan lebih sering menemukan pantai di Tapteng ini, penyu naik ke darat. Kalau masyrakat taunya nangkap dan dijual, ya habislah penyu ini semua," tukas Damai. (mtc/fae)