Polemik Wisata Halal Danau Toba, Ini Kata Gubsu

- Rabu, 04 September 2019 18:32 WIB
Mtc/fae
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengklarifikasi soal polemik wisata halal dan syariah di Danau Toba. Edy menyebutkan dirinya tidak ada mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan.
MATATELINGA, Medan: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengklarifikasi soal polemik wisata halal dan syariah di Danau Toba. Edy menyebutkan dirinya  tidak ada mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan.

[adx]

"Saya meluruskan isu yang dibikin oleh media. Diawali para wartawan. Itu adalah hoaks yang sangat jelek. Fitnah yang sangat jelek," ungkap Edy Rahmayadi kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Rabu (4/9/2019) sore.

Mantan Pangkostrad TNI itu, mengakui Sumut ini, rakyatnya beragam. Ada Kabupatennya mayoritas muslim dan ada juga mayoritas nasrani.

"Itu lah, yang ada di Sumut," tutur Edy.

Bila ada pihak menginginkan hal tersebut, ‎Edy mengatakan tidak sehat. Ia pun, pertanyakan soal arti Halal dan Syariah. 

"Waduh, yang ngomong juga mungkin gak ngerti itu. Syariah adalah melakukan setiap kegiatan yang menjadi ketentuan Islami. Contoh, kalau diberlukan syariah, dia harus pakai hijab. Dia harus pakai jilbab," jelas Edy.

Dengan keragaman suku, agama dan budaya, mantan Ketua Umum PSSI itu, mengungkapkan tidak mungkin terapkan syariah di Sumut. Lain halnya, bisa diterapkan syariah di Aceh. Karena penduduknya mayoritas Islam.

[adx]

"Kabupaten yang mayoritas Muslim saja tidak bisa kita lakukan itu. Apalagi itu. Apa anda pernah mendengar saya mau membuat Danau Toba Syariah gitu. Pernah dengar ?. Saya yakin apa yang saya ucapkan saya pertanggungjawabkan itu," ungkap Edy.

Ia juga menyampaikan tidak pernah menyinggung soal halal.

‎"Halal. Apa sih yang dimaksud halal. Walaupun saya tidak pernah mengucapkan itu. Yang saya katakan kepada wartawan adalah, saat itu habis kunjungan Pak Presiden. Ada dua, apa tindakan bapak sebagai gubernur menyikapi destinasi Danau Toba sebagai pariwisata unggulan," jelas Edy. 

Ia mengatakan akan melakukan evaluasi melihat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) di Danau Toba. ‎Ia mencontohkan negara terdekat dan wisman banyak mengunjungi danau terbesar di Asia Tenggar itu, Malaysia.

[adx]

"Kalau banyak, apa ciri khas dan budaya orang itu. Kebetulan yang saya contohkan kemarin, kebetulan karena kita dekatnya dengan Malaysia. Kita pelajari budaya Malaysia. Sehingga nyamanlah para wisatawan itu datang ke Indonesia. Datang ke Danau Toba. Lalu, yang kedua harus siap infrastruktur yang representatif dan Hotel yang representatif," ungkap Edy.

Ia menegaskan kembali tidak pernah menyampaikan pernyataan akan menerapkan wisata halal dan syariah di Danau Toba. Edy mengimbau masyarakat jangan pernah mendengar hasutan tidak jelas tersebut.‎

"Apa anda pernah dengar saya mengatakan itu. Harusnya wartawan ini, kalau ada kata kata saya seperti itu yang membantah duluan. Yang menjadi persoalan, itu terjadi SARA. Itu rentan sekali. Itu manusia yang tak punya akhlak. Adu domba. Jangan pernah dengar hasutan, dan firnah," tukasnya. (mtc/fae)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

15 Tahun Matatelinga : Sampai Hari Ini Kami Masih Setia Menjadi Penyampai Informasi Aktual dan Terpercaya

Berita Sumut

Irjen TNI Berikan Briefing kepada Pati Mabes TNI Bahas Berbagai Isu Terkini

Berita Sumut

Jaga Kelestarian Alam & Lingkungan, Bupati Buka Festival Sungai Asahan

Berita Sumut

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Berita Sumut

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Berita Sumut

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur