MATATELINGA, Medan: Sekumpulan mahasiswa yang menamakan diri Persatuan Mahasiswa Aceh Tolak Tambang (Pematang) melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Pos Lapangan Merdeka Medan, Kamis (5/9). Para mahasiswa Gayo ini meminta agar Pemerintah Provinsi Aceh untuk menghentikan perusahaan-perusahaan tambang menghentikan izin operasional mereka khususnya di Gayo, Aceh Tengah. "Kami menolak tambang di dirikan di Aceh, mengutuk dan mengecam keras hasil keputusan pemerintah Aceh yang menerima adanya tambang di Aceh. Dimana, sejak tahun 2005 sudah disahkan tetapi izin operasional nya saja yang disahkan dan akan beroperasional di akhir 2019," kata Koordinator aksi, Rifki Adrian.[adx]Menurut mereka, bahwa untuk Gayo sendiri terkenal dengan dataran tinggi yang banyak perkebunan kopi Gayo. Dimana, kopi ini sudah terkenal di Indonesia dan di dunia. Dengan adanya tambang itu nanti, maka kopi Gayo akan terancam hilang "Kami disini dibesarkan oleh kopi, di besarkan di bawah pokok kopi dan di besarkan dari hasil kopi Gayo. Kami tidak mau dengan adanya tambang membuat masyarakat Aceh sengsara," tegas Rifki Rifki juga menambahkan bahwa selain aksi unjuk rasa di Medan, mereka juga melakukan aksi yang sama di depan kantor Gubernur Aceh. Dimana, tuntutan mereka agar izin dari tambang tersebut dicabut. [adx]"Karena hutan di Gayo, Aceh Tengah ekosistem sangat terjaga apalagi hutan lindung nya. Di Aceh sendiri, hutan lindung yang masih terjaga hanya di Gayo. Apabila ada tambang maka lambat laun kopi Gayo itu akan hilang," tukasnya.Dalam aksinya, para mahasiswa ini juga membawa klip kecil bubuk kopi Gayo sebagai ciri khas daerah mereka. (mtc/fae)