MATATELINGA, Labura: Seorang warga di Dusun Tanjungalam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara diserang seekor buaya saat tengah memancing. Korban bernama Misran (56) menderita luka yang cukup serius.Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/9) pagi, saat itu Misran sedang memancing menggunakan perahu di sungai tersebut. Tiba-tiba seekor buaya berukuran besar langsung menerkam dan beruntung nyawanya selamat."Dia lagi mancing pagi itu, jadi waktu sedang menarik ikan, buaya langsung datang dan menerkam. Korban ini langsung loncat dari perahu dan berenang ke tepi sungai menyelamatkan diri," kata Kepala Desa Simangalam, A. Marpaung saat dikonfirmasi, Minggu (8/9).
[adx]
Saat korban berenang, buaya itu kembali menyerang dan mengigit korban. Akibatnya korban mengalami luka pada perut, dada dan punggung."Saat berenang ke darat itulah buaya menyerangnya, hingga dia mengalami luka bekas terkaman di bagian tubuhnya," ujar A. Marpaung.Misran dapat selamat dari serangan buaya tersebut. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menyelamatkan Misran dengan melarikannya ke rumah sakit.Menurut penuturan A. Marpaung, buaya tersebut telah lama berada di Sungai Simangalam dan bahkan peristiwa serupa hampir setiap tahun terjadi di desa mereka.
[adx]
"Saya berharap pemerintah berwenang bisa segera mengambil tindakan, agar tidak lagi terjadi peristiwa seperti ini," ungkapnya.Terpisah, Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. Menurutnya pihak BBKSDA akan melakukan pengecekan lokasi kejadian."Baru tahu saya. Nanti kita akan lakukan pengecekan kesana. Kalau memang benar itu buaya atau tidak," kata Hotmauli via seluler.
[adx]
Lanjut Hotmauli, jika memang sungai tersebut merupakan habitat dari buaya, maka masyarakat diminta untuk tidak mendekati wilayah tersebut sehingga tidak terjadi konflik satwa dan manusia."Kalau habitat buaya, ya manusianya yang bergeser. Kan gak mungkin kita main evakuasi evakuasi aja. Yang perlu itu kan sosialisasi dan mitigasi untuk meminimalisir korban," tukasnya. (mtc/fae)