Matatelinga - Medan, Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM mengemukakan nasib para penumpang pesawat Malaysia Airlines MH 370 asal Indonesia, termasuk penumpang asal Medan, Firman Chandra Siregar (25), juga menjadi bahasan serius Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di sela-sela kunjungan kerjanya di Medan 27 dan 28 Maret 2014.
“Oleh sebab itu keluarga para penumpang
MH 370, termasuk keluarga Firman yang alumnus Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) beserta keluarga penumpang asal Medan lainnya, tetap tegar, karena seluruh bangsa Indonesia termasuk Bapak Presiden ikut berempati,” ujar Sekdaprovsu saat menjenguk Krisman Siregar dan Herlina boru Panjaitan, ayahanda dan ibunda Firman Chandra Siregar.
Nurdin Lubis yang juga Ketua Ikatan Orangtua Mahasiswa (IOM) ITB di Sumut datang bersama Sekretaris IOM Sumut Ir H Murlan Tamba MM menyampaikan rasa empati dari keluarga besar IOM ITB Pusat di Bandung dan seluruh jajarannya se-Indonesia kepada keluarga Firman Siregar di kediaman orangtua Firman di Jalan Bunga Kenanga Medan, Sabtu (29/3/2014).
Sekdaprovsu didampingi isterinya Hj Dra Doharny Daulay Apt Mkes dan putranya Bona Hamonangan Lubis yang baru menyelesaikan studi Pasca Sarjana di Manchester University di Inggris dan merupakan sahabat dekat dan satu alumni dengan Firman Siregar tetap berdoa semoga para penumpang MH370 yang hilang kontak sejak Sabtu (8/3) dinihari dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing, Cina, termasuk Firman, ditemukan selamat.
Bona Hamonangan Lubis mengisahkan sekira 20 hari sebelum hilangnya pesawat, dia dan Firman bertemu di Bandung. Mereka sama-sama mengurus dokumen di ITB untuk keperluan administrasi setelah mereka diterima bekerja. Firman akan berangkat ke Beijing karena mendapat panggilan kerja dari perusahaan Schlumberger Prancis yang ditempatkan di Cina, setelah menjalani pembekalan di Kuala Lumpur.
“Saat itu Firman tampak cukup gembira. Dia mengajak saya ke tempat-tempat biasa kami mangkal saat kuliah dulu. Kemudian kami bekas tempat kos. Katanya ingin bernostalgia. Setelah itu dia mengajak saya ke pusat perbelanjaan Paris Van Java Bandung. Katanya mau cari kado untuk hadiah ulang tahun teman wanita yang disayanginya,” ujar Bona sambil menghunjuk seorang remaja putri yang kebetulan juga sedang berkunjung ke rumah keluarga Firman, yakni Jessica Tobing, putri dari penyanyi terkenal Christine Panjaitan.
Ayahanda Firman, Krisman Siregar dan ibundanya Herlina boru Panjaitan, menyatakan terima kasih atas besarnya empati dan kepedulian masyarakat termasuk keluarga besar ITB dan Presiden RI seraya meminta didoakan semoga anaknya dan para penumpang MH 370 yang sampai saat ini belum jelas diketahui nasibnya secara positip dapat ditemukan selamat.
“Kami minta akurasi data dari Pemerintah Malaysia, Tolonglah jangan terlalu terburu-buru mengumumkan mengenai keberadaan pesawat jika belum memiliki data dan fakta serta bukti akurat. Pengumuman yang disampaikan PM Malaysia baru-baru ini terlalu terburu-buru, dan tanpa memperhatikan keadaan keluarga penumpang Malaysia Airlines MH 370 yang saat ini masih menunggu kepastian mengenai pesawat yang dilaporkan hilang," katanya.
Pengumuman yang disampaikan Perdana Menteri Malaysia M Najib Tun Razak pada Senin (24/3), menurut dia, juga belum ada kepastian dan masih analisa satelit dari Inggris.
"Pemerintah Malaysia juga jangan terus yakin dengan analisa satelit, dan hal ini juga belum ada bukti-bukti yang kuat, karena tidak adanya kepingan pesawat Malaysia Airlines yang dilaporkan jatuh di Samudera Hindia," ucapnya.
Krisman Siregar yang saat menerima kunjungan Nurdin Lubis didampingi abang dan kakak daro Firman Siregar dan beberap anggota keluarga ini juga menyebutkan seharusnya sebelum Pemerintah Malaysia mengumumkan temuan pesawat yang jatuh itu maka patut juga mempertimbangkan baik dan buruknya kepada keluarga penumpang yang sudah lama menunggu kejelasan pesawat itu.
Hal ini, ujarnya, perlu dikaji secara mendalam bagaimana kalau pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dilaporkan jatuh di Samudera Hindia itu, ternyata tidak benar seperti yang telah dilaporkan Malaysia. Mereka juga masih berharap pesawat yang hilang tersebut dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Pesawat Malaysia Airlines MH 370 yang mengangkut 239 penumpang, termasuk 12 awak kabin, dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 setelah lepas landas di Lapangan Terbang Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menuju Beijing, Tiongkok.
Sebanyak tujuh warga negara Indonesia terdaftar sebagai penumpang pesawat tersebut, yakni Firman Siregar (25 tahun), Lo Sugianto (47), Indra Suria Tanurisam (57), Chynthya Tio Vinny (47) dan Willy Surijanto Wang (53) serta dua orang terdaftar dengan nama Ferry Indra Suadaya, masing-masing berusia 42 dan 35 tahun.
(Mt-01)